3 Demonstran Tolak UU TNI di Malang yang Hilang Kontak Ditemukan

3 Demonstran Tolak UU TNI di Malang yang Hilang Kontak Ditemukan

Berita Utama | sindonews | Selasa, 25 Maret 2025 - 23:59
share

Demonstran yang sempat dinyatakan hilang usai demo penolakan Undang-Undang tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di Gedung DPRD Kota Malang, akhirnya ditemukan. Ketiganya dalam kondisi baik dan berada di kediamannya masing-masing.

Koordinator LBH Pos Malang Daniel Siagian menyatakan, dari tiga masaa aksi yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak seluruhnya sudah ditemukan. Ketiganya yakni Yasser Asad, Iqbarullah, dan Theodoric Valentino Hartanto atau yang disapa Nino.

"Tiga massa aksi yang sempat belum ditemukan atus hilang kontak, Selasa ini tim kami sudah mengkonfirmasi ditemukan dalam keadaan baik dan berada di kediaman masing-masing," kata Daniel Siagian saat dikonfirmasi, Rabu (26/3/2025) dini hari.

Ia memastikan seluruh demonstran yang luka-luka sudah mendapatkan perawatan dan penanganan medis dari tim dokter kesehatan (Dokkes) Polri. Salah satunya Turaichan Azuri, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mengalami luka parah di kepala, kini sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

"Korban sekarang masih fase pemulihan. Yang bersangkutan sudah memeriksakan diri dan sudah dirontgen, hanya luka luar saja. Sudah dites semua, semuanya normal," tuturnya.

Sementara satu demonstran bernama Naufal Helmi masih mendapat penanganan medis karena mengalami luka patah tulang rahang. Naufal harus menjalani perawatan dan tindakan operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

"Yang bersangkutan sudah mendapat penanganan secara medis. Saya dapat kabar, hari ini insyaAllah operasi di RSSA," ucapnya.

Rencananya hari ini, ia dan beberapa orang yang sempat diamankan, akan kembali ke Polresta Malang Kota untuk mengambil beberapa barang yang sempat diamankan. "Pagi ini jam 10 saya ke Polresta bareng 4 massa aksi yang kemarin ditahan buat ambil barang-barangnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, demonstrasi menolak pengesahan UU TNI di Kota Malang berakhir rusuh, Minggu (23/3/2025) malam. Para pengunjuk rasa melemparkan beberapa benda, petasan, hingga bom molotov ke area dalam gedung. Massa juga membakar dua bangunan di sisi timur yang terpisah dari bangunan utama.

Massa aksi dibubarkan paksa oleh kepolisian dan TNI yang berjaga dengan menyemprotkan gas air mata. Massa berlarian ke kawasan timur DPRD Kota Malang atau ke arah Jalan Kahuripan dan Jalan Suropati.

Akibat peristiwa ini total ada enam aparat kemanan, terdiri dari lima orang kepolisian dan satu anggota TNI mengalami luka serta mendapatkan perawatan. Sedangkan dari sisi demonstran setidaknya ada puluhan orang yang terluka akibat bentrok.

Dari puluhan itu, enam orang sempat dibawa oleh tim medis ambulan untuk penanganan lebih lanjut. Dua di antaranya bahkan harus dirujuk ke rumah sakit, karena memerlukan observasi lebih lanjut oleh tim medis.

Topik Menarik