Laba ARCI Turun 28 Persen saat Harga Emas Melesat di 2024

Laba ARCI Turun 28 Persen saat Harga Emas Melesat di 2024

Ekonomi | idxchannel | Senin, 31 Maret 2025 - 07:20
share

IDXChannel - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat penurunan laba sepanjang 2024. Laba bruto dan laba bersih produsen emas itu melemah dibandingkan 2023 meski harga emas naik tajam pada tahun lalu.

Dalam laporan keuangan auditan yang dikutip Senin (31/3/2025), pendapatan ARCI meningkat 15 persen dari USD250 juta menjadi USD288 juta. 

Berbeda dengan 2023 di mana porsi domestik dan ekspor 50:50, pada 2024, penjualan emas ARCI seluruhnya domestik. Porsi terbesar penjualan yakni PT Swarnim Murni Mulia sebesar USD140 juta atau 48,5 persen dari total penjualan.

Meski pendapatan naik, beban pokok pendapatan meningkat lebih tinggi. Beban ini naik dari USD180 juta menjadi USD227 juta atau naik 26 persen. Beban terbesar berasal dari biaya jasa kontraktor penambangan yang mencapai USD91,5 juta (+24 persen) serta pemakaian bahan USD78,6 juta (+226 persen).

Dengan tingginya beban produksi dan penjualan ini, laba bruto ARCI turun 13 persen dari USD69,8 juta menjadi USD60,5 juta. Alhasil, margin laba kotor tertekan dari 28 persen menjadi 21 persen akibat.

Selain itu, ARCI juga mencatat kenaikan pada beban keuangan, terutama beban bunga. Beban bunga naik 23 persen menjadi USD37 juta atau Rp600 miliar imbas total utang perseroan yang mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Dengan aneka beban di atas, laba bersih ARCI turun sekitar 28 persen menjadi USD10,4 juta, setara Rp169 miliar. Dengan demikian, margin laba bersih ARCI makin menyusut dari 5,8 persen menjadi 3,6 persen.

Tingginya beban utang dan operasi yang belum normal menjadi penghambat utama kinerja ARCI meski harga rata-rata emas pada 2024 naik lebih dari 20 persen di level USD2.400 per ounce. Pada April 2024, tambang utama milik ARCI yang ada di Sulawesi Utara terjadi bencana alam dan saat ini masih terus dilakukan pemulihan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik