8 Alasan Donald Trump Tidak Suka dengan Zelensky

8 Alasan Donald Trump Tidak Suka dengan Zelensky

Global | sindonews | Jum'at, 21 Februari 2025 - 08:01
share

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengalami berbagai ketegangan dan konflik kepentingan.

Sejak awal masa jabatan mereka, hubungan kedua pemimpin ini telah diwarnai berbagai peristiwa yang menyebabkan ketidakpercayaan, perbedaan visi politik, dan bahkan dampak langsung pada politik dalam negeri Amerika Serikat.

Berikut ini akan mengupas berbagai alasan mengapa Donald Trump tidak menyukai Zelensky dan bagaimana ketegangan tersebut memengaruhi hubungan AS-Ukraina serta kebijakan global.

1. Ketegangan Sejak Awal: Skandal Impeachment Trump

Salah satu peristiwa terbesar yang menjadi pemicu ketegangan antara Trump dan Zelensky adalah skandal impeachment pertama Trump pada tahun 2019.

Trump dituduh menekan Zelensky untuk menyelidiki kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan putranya, Hunter Biden, terkait dugaan korupsi di Ukraina.

Trump diklaim menahan bantuan militer AS senilai hampir USD400 juta sebagai alat negosiasi agar Zelensky membuka penyelidikan tersebut.

Zelensky, di sisi lain, berada dalam posisi sulit. Dia tidak ingin terseret dalam politik domestik AS tetapi juga membutuhkan bantuan militer dari Washington untuk melawan agresi Rusia.

Meskipun Zelensky tidak secara eksplisit menuruti permintaan Trump, skandal ini menjadi sorotan global dan menyebabkan Trump dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS sebelum akhirnya dibebaskan oleh Senat. Sejak saat itu, hubungan Trump dan Zelensky memburuk.

2. Trump Menganggap Zelensky Tidak Berterima Kasih

Donald Trump secara terbuka menyatakan dia merasa Zelensky tidak cukup berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan AS kepada Ukraina.

Dalam beberapa kesempatan, Trump mengeluhkan Zelensky tidak menghargai bantuan besar yang telah dikirim AS, terutama bantuan militer yang sangat dibutuhkan Ukraina dalam menghadapi Rusia.

Sikap Trump ini sejalan dengan pendekatannya dalam hubungan internasional, di mana dia sering kali mengharapkan pengakuan dan pujian dari sekutu AS atas kebijakan yang dia jalankan.

Ketidakhadiran rasa terima kasih yang eksplisit dari Zelensky tampaknya menjadi salah satu faktor yang membuat Trump semakin tidak menyukai pemimpin Ukraina tersebut.

3. Perbedaan Pandangan dalam Konflik Rusia-Ukraina

Trump memiliki pendekatan yang lebih lunak terhadap Rusia dibandingkan dengan kebanyakan pemimpin AS lainnya, termasuk Presiden Joe Biden.

Sementara pemerintahan Biden memberikan dukungan penuh kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia, Trump justru menunjukkan sikap skeptis terhadap keterlibatan AS dalam konflik tersebut.

Trump bahkan menyatakan Ukraina memiliki andil dalam memulai perang dengan Rusia, pernyataan yang sangat kontroversial dan sejalan dengan narasi yang sering digunakan oleh Kremlin.

Selain itu, Trump pernah menyebut Zelensky sebagai "diktator tanpa pemilu" karena dia tetap berkuasa di tengah perang tanpa mengadakan pemilu baru, kritik yang diulang sekutu-sekutu Trump di media konservatif AS.

Di sisi lain, Zelensky melihat perang melawan Rusia sebagai perjuangan eksistensial bagi negaranya dan sangat mengandalkan dukungan Barat, termasuk AS. Perbedaan pandangan ini semakin memperburuk hubungan antara kedua pemimpin.

4. Negosiasi yang Gagal: Penolakan Zelensky terhadap Kesepakatan Ekonomi

Salah satu alasan utama mengapa Trump merasa frustrasi dengan Zelensky adalah karena penolakan Ukraina terhadap kesepakatan ekonomi yang ditawarkan AS.

Menurut laporan, Trump ingin agar Ukraina menyerahkan 50 hak atas sumber daya mineralnya sebagai imbalan atas bantuan militer AS.

Zelensky menolak tawaran ini, yang dianggapnya sebagai eksploitasi terhadap sumber daya alam negaranya.

Penolakan ini membuat Trump semakin skeptis terhadap Zelensky dan semakin memperkuat pandangannya bahwa pemimpin Ukraina itu bukanlah sekutu yang dapat diandalkan.

Hal ini juga memperdalam ketegangan dalam hubungan kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

5. Trump Melihat Zelensky sebagai Penghalang Perdamaian

Trump pernah menyatakan dia dapat menyelesaikan perang Rusia-Ukraina "dalam satu hari" jika kembali menjabat sebagai Presiden AS.

Dia menuduh Zelensky sebagai penghalang utama dalam negosiasi perdamaian dengan Rusia, karena menolak berkompromi dalam kondisi yang ditawarkan Moskow.

Pandangan ini bertentangan dengan posisi resmi pemerintahan AS saat ini, yang mendukung penuh Ukraina dalam upaya mempertahankan kedaulatannya.

Trump, di sisi lain, lebih mengutamakan pendekatan diplomasi dengan Rusia dan berulang kali mengkritik Zelensky karena tidak mau mencari solusi damai yang lebih cepat.

6. Kedekatan Trump dengan Rusia

Trump telah lama menghadapi kritik terkait hubungannya dengan Rusia. Selama masa kepresidenannya, dia sering menunjukkan sikap yang lebih akomodatif terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dibandingkan dengan pemimpin AS lainnya.

Beberapa analis politik percaya sikap skeptis Trump terhadap Ukraina juga berkaitan dengan kedekatannya dengan Moskow.

Sementara Biden dan pemimpin Barat lainnya menganggap Ukraina sebagai garis depan dalam perjuangan melawan agresi Rusia, Trump lebih cenderung memandang hubungan AS-Rusia sebagai prioritas utama.

Hal ini menciptakan ketegangan dengan Zelensky, yang sangat bergantung pada bantuan Barat untuk melawan Rusia.

7. Pengaruh Media dan Sekutu Politik Trump

Media konservatif AS yang mendukung Trump, seperti Fox News dan beberapa jaringan berita sayap kanan lainnya, sering kali mengkritik Zelensky dan Ukraina.

Narasi yang berkembang di kalangan pendukung Trump adalah AS terlalu banyak menghabiskan uang untuk membantu Ukraina, sementara kepentingan domestik diabaikan.

Retorika ini semakin memperburuk pandangan Trump terhadap Zelensky. Sekutu politik Trump, seperti anggota Partai Republik yang lebih skeptis terhadap bantuan luar negeri, juga sering kali menentang dukungan besar AS untuk Ukraina, yang semakin menguatkan posisi Trump dalam menolak Zelensky.

8. Hubungan yang Rumit dan Penuh Ketegangan

Hubungan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky penuh dengan ketegangan yang berakar dari perbedaan kebijakan, kepentingan politik, dan sejarah konflik yang melibatkan kedua pemimpin.

Dari skandal impeachment 2019 hingga perbedaan pandangan tentang perang Rusia-Ukraina, Trump dan Zelensky tidak pernah memiliki hubungan yang harmonis.

Beberapa alasan utama yang menyebabkan ketidaksukaan Trump terhadap Zelensky meliputi:

Penolakan Zelensky terhadap kesepakatan ekonomi yang ditawarkan AS. Pandangan Trump bahwa Zelensky tidak cukup berterima kasih atas bantuan AS.

Perbedaan sikap terhadap perang Rusia-Ukraina. Kritik Trump bahwa Zelensky adalah penghalang dalam negosiasi perdamaian. Pengaruh media konservatif dan sekutu politik Trump yang skeptis terhadap Ukraina.

Ketegangan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut, terutama jika Trump kembali mencalonkan diri sebagai Presiden AS dan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Ukraina.

Bagaimana hubungan kedua pemimpin ini berkembang di masa depan akan bergantung pada dinamika politik global dan kebijakan luar negeri AS di tahun-tahun mendatang.

Topik Menarik