BNPT-Komisi XIII DPR Kolaborasi Bangun Kerangka Persatuan di Sumut

BNPT-Komisi XIII DPR Kolaborasi Bangun Kerangka Persatuan di Sumut

Nasional | sindonews | Selasa, 25 Maret 2025 - 07:42
share

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berkolaborasi dengan Komisi XIII DPR memperkuat kerangka persatuan bangsa melalui Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Digital Learning Center Building Universitas Sumatera Utara (USU) pada Senin (24/2025.

Bertema Dialog Kebangsaan Dalam Rangka Memperkuat Persaudaraan untuk Menjaga Keutuhan Bangsa, acara ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi DPR Sugiat Santoso sebagai keynote speaker. Ikut hadir Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto dan Rektor USU Prof Muryanto Amin.

Dialog kebangsaan ini dihadiri hampir 300 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, partai politik, dan mahasiswa. Beberapa tokoh penting yang turut hadir antara lain Tuan Guru Batak Ahmad Sabban Rajagukguk, Direktur Pencegahan BNPT Prof Irfan Idris, dan Ketua Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara.

"InsyaAllah kegiatan ini hasil kolaborasi kami (Komisi XIII DPR), BNPT, dan USU sebagai bagian dalam membangun kerangka persatuan dan kesatuan di Sumut," ujar Sugiat Santoso dalam keterangannya, Selasa (25/3/2025).

Sugiat Santoso mengungkapkan salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada BNPT, khususnya di bawah kepemimpinan Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono, yang berhasil menciptakan kondisi zero terrorist attack di Indonesia.

"Kita sudah lama tidak mendengar ada teror dibawah Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono. Alhamdulillah kami di Komisi XIII akan selalu mendukung seluruh program BNPT, baik anggaran maupun regulasi," katanya.

Sugiat juga memberikan apresiasi terhadap laporan BNPT terkait kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI) yang menyatakan bubar dan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, pencapaian ini sangat signifikan, mengingat JI dikenal sebagai kelompok yang aktif dalam radikalisasi dan penolakan terhadap ideologi Pancasila.

"Alhamdulillah melalui pendekatan terus menerus, ribuan anggota JI menyatakan kembali ke NKRI, setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiat juga menyoroti pentingnya sosialisasi persatuan kepada masyarakat, kampus, dan generasi muda agar tidak ada peluang bagi perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Ia menekankan, meski persaingan politik elit telah mereda, upaya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa harus terus digalakkan.

"Jangan dipikir Indonesia akan eksis sampai kiamat kalau kita tidak jaga. Tugas kita di republik ini sangat berat, baik elit politik, mahasiswa, masyarakat, untuk terus membangun dan menjaga NKRI," katanya.

Mayjen TNI Sudaryanto mengungkapkan bahwa kegiatan dialog kebangsaan ini sangat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan guna mencapai Indonesia Emas 2045. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu menyatukan persepsi tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Dialog kebangsaan seperti ini sangat bagus untuk menyatukan persepsi bagaimana kita ke depan akan menjadi bangsa yang hebat dan maju," ujar Sudaryanto.

Muryanto Amin juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BNPT dan Komisi XIII DPR yang memilih USU sebagai lokasi kegiatan. Muryanto menegaskan bahwa Sumut merupakan miniatur Indonesia yang dapat menjadi contoh tempat hidup yang damai dan harmonis di tengah perbedaan.

"Kebangsaan itu harus dipupuk, dirawat, dibesarkan, dan kalau berbuah dibagikan tentu akan dinikmati seluruh masyarakat. Maka dialog kebangsaan perlu dilakukan terus menerus, dan tidak boleh berhenti di satu titik," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya terus menjaga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, yang terbukti mampu menyatukan berbagai perbedaan di negeri ini. "Kita harus menjaga empat pilar kebangsaan ini agar Indonesia tetap eksis dan kuat sebagai bangsa yang besar," kata Muryanto.

Dialog Kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Topik Menarik