Raksasa Properti China Vanke Rugi Rp112,6 Triliun di 2024, Ini Penyebabnya
IDXChannel- Raksasa properti China, Vanke mengalami kerugian tahunan sebesar USD6,8 miliar (sekitar Rp112,6 triliun) pada 2024. Kerugian disebabkan penurunan penjualan dan menyusutnya margin keuntungan.
Padahal, pemerintah China telah berusaha menghidupkan kembali pasar properti. Namun upaya tersebut seolah tak berhasil.
Dilansir dari Channel News Asia, Senin (31/2/2025), dalam laporan ke bursa saham Hong Kong, Vanke menyebut 2024 sebagai tahun yang penuh tantangan. Vanke bahkan meminta maaf atas dampak buruk yang ditimbulkan, termasuk tekanan keuangan akibat penjualan yang menurun drastis.
Selama beberapa tahun terakhir, sektor properti di China mengalami krisis berkepanjangan. Industri yang dulu menjadi pilar ekonomi utama kini justru jadi beban.
Kini industri ini terbelit utang besar yang menyebabkan banyak perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
Vanke merupakan perusahaan properti terbesar keempat di China berdasarkan penjualan pada 2023. Perusahaan ini dimiliki sebagian oleh pemerintah Shenzhen dan terdaftar di bursa saham Hong Kong.
Dalam pernyataannya, Vanke mengakui tidak mampu keluar dari siklus ekspansi yang bergantung pada utang besar. Vanke juga menyalahkan investasi agresif dan ekspansi berlebihan yang memperburuk kondisi keuangan perusahaan.
Kerugian ini menjadi yang pertama bagi Vanke sejak terdaftar di bursa pada 1991. Pendapatan Vanke turun 26 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi hanya USD47,3 juta.
(Ibnu Hariyanto)