Penjaga Penjara Israel Paksa Tahanan Palestina Hapus Tulisan Yerusalem adalah Arab

Penjaga Penjara Israel Paksa Tahanan Palestina Hapus Tulisan Yerusalem adalah Arab

Global | sindonews | Selasa, 25 Februari 2025 - 12:15
share

Penjaga penjara Israel memaksa tahanan Palestina menghapus tulisan “Yerusalem adalah Arab”. Tindakan penjaga penjara itu memicu kemarahan dan menyoroti perbedaan mencolok dalam perlakuan antara tahanan Palestina dan Israel.

Menteri Keamanan Nasional Israel yang baru saja mengundurkan diri, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan penjaga penjara Negev Israel menyerbu sel tahanan Palestina.

Penjaga penjara itu memaksa para tahanan Palestina dengan todongan senjata untuk berlutut dan mengecat dinding.

Ben-Gvir menulis di akun X-nya, “Di Penjara Ktsiyot (Negev), ditemukan di bagian keamanan, terdapat tanda-tanda di banyak dinding penjara yang bertuliskan frasa seperti ‘Kami tidak akan melupakan, kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan berlutut, Yerusalem adalah Arab.’ Di bawah arahan komandan penjara, Menachem Bibas, pasukan penjara menyerbu sel-sel, memaksa mereka (tahanan Palestina) untuk berlutut, dan mengecat dinding.”

Para tahanan Palestina menuliskan kalimat-kalimat seperti “Kami tidak akan memaafkan… Kami tidak akan melupakan… Kami tidak akan berlutut” di dinding penjara sebelum dibebaskan sebagai bagian dari gelombang ketujuh kesepakatan pertukaran tahanan antara perlawanan Gaza dan pendudukan Israel.

Namun, Israel telah membatalkan pembebasan tahanan Palestina, memaksa ratusan aktivis yang dipenjara kembali ke sel mereka, sementara keluarga mereka menunggu kedatangan mereka di berbagai bagian Tepi Barat dan Gaza.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan para tahanan menulis kalimat-kalimat ini sebagai tanggapan atas slogan yang dipaksakan kepada para tahanan Palestina yang dibebaskan dalam gelombang keenam dari penjara Ofer.

Otoritas Penyiaran Israel (KAN) sebelumnya telah menerbitkan gambar para tahanan yang mengenakan kemeja putih bergambar Bintang Daud dan logo Dinas Penjara Israel, beserta kalimat “Kami tidak melupakan, kami tidak memaafkan” di kedua sisi.

Setelah dipaksa mengenakan kemeja-kemeja ini, dinas penjara Israel mengambil foto para tahanan dalam kondisi yang memalukan.

Para tahanan dipaksa berlutut dan menundukkan kepala. Foto-foto lainnya diambil di halaman salah satu penjara Israel, di mana para tahanan terlihat berbaris dikelilingi kawat berduri.

Setelah dibebaskan, para tahanan Palestina segera membakar pakaian mereka sebagai tanda perlawanan.

Sementara itu, rasa marah dirasakan di kalangan warga Palestina, terutama saat mereka membandingkan perlakuan Israel terhadap tahanan mereka dengan perlakuan umum terhadap tahanan Israel yang ditahan kelompok perlawanan Gaza.

Topik Menarik