6 Pemain Keturunan yang Sulit Perkuat Timnas Indonesia, Nomor 1 Ditemui Alex Pastoor?
SEBANYAK 6 pemain keturunan yang sulit memperkuat Timnas Indonesia akan diulas Okezone. PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir gencar mencari pemain keturunan untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Terbaru ada tiga pemain keturunan yang dalam proses naturalisasi mendapatkan paspor Indonesia, yakni Dean James, Emil Audero dan Joey Pelupessy. Ketiga pemain ini diharapkan sudah bisa membela Timnas Indonesia pada Maret 2025.
Namun, sejatinya ada beberapa pemain keturunan lain yang memiliki kualitas sehingga dapat mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Hanya saja hingga kini, pemain-pemain ini belum kunjung membela Timnas Indonesia. Siapa saja?
Berikut 6 pemain keturunan yang sulit memperkuat Timnas Indonesia:
6. Jairo Riedewald (Royal Antwerp)
PSSI agak sulit untuk menaturalisasi gelandang Royal Antwerp, Jairo Riedewald. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, kesulitan PSSI untuk menaturalisasi Jairo Riedewald persis ketika mendapatkan Maarten Paes.
"Lalu di midfielder, Jairo (Riedewald), sepertinya surat menyuratnya belum bisa sempurna Karena memang kalau kita ingat dulu kendalanya (sama seperti) Marteen Paes, juga hampir 8 bulan waktu itu," kata Erick Thohir di Jakarta.
5. Million Manhoef (Stoke City)
Million Manhoef memiliki darah Indonesia dari sang kakek. Pengalamannya bermain di kasta teratas Liga Belanda bersama Vitesse Arnhem dan Stoke City di Liga 2 Inggris sangat berarti bagi skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia.
Bersama Stoke City musim ini, Million Manhoef mengemas lima gol dan tiga assist dari 26 pertandingan. Saat ini Million Manhoef masih tercatat sebagai personel Timnas Belanda U-21. Menurut peraturan baru FIFA, seorang pemain diizinkan berpindah federasi jika sudah tiga tahun tidak membela tim nasional, baik itu kelompok umur maupun senior.
4. Miliano Jonathans (FC Utrecht)
Miliano Jonathans kabarnya akan mengumumkan tertarik membela Timnas Indonesia atau tidak pada pertengahan 2025. Ia mengaku ingin fokus membela sang klub terlebih dulu setelah mengalami cedera sepanjang 2023-2024.
Jika Miliano Jonathans yang memiliki nenek berasal dari Depok bersedia membela Timnas Indonesia, tentunya menguntungkan skuad Garuda. Pemain yang satu ini dikenal piawai menyisir sisi kanan penyerangan timnya.
3. Ian Maatsen (Aston Villa)
Ian Maatsen berstatus pemain keturunan dengan harga pasaran tertinggi. Harga pasaran Ian Maatsen saat ini mencapai 32 juta euro atau sekira Rp545 miliar. Bersama Aston Villla musim ini, Ian Maatsen mencatatkan satu assist dari 32 laga.
Sayangnya, pesepakbola 22 tahun ini mengalami kendala seperti Million Manhoef. Ia saat ini masih berstatus pemain Timnas Belanda U-21, sehingga butuh tiga tahun lagi jika ingin pindah federasi dari KNVB ke PSSI.
2. Pascal Struijk (Leeds United)
Pascal Struijk dikenal sebagai bek tajam milik klub Liga 2 Inggris, Leeds United. Bersama Leeds United musim ini, Pascal Struijk telah mengemas lima gol.
Namun, sulit bagi PSSI meyakinkan bek dengan harga pasar mencapai Rp272 miliar tersebut. Dalam sebuah wawancara, bek 25 tahun ini pernah menolak tawaran Timnas Belgia karena ingin membela Timnas Belanda. Jadi Belgia saja ditolak, apakah Pascal Struijk bersedia memperkuat Timnas Indonesia?
1. Jayden Oosterwolde (Fenerbahce)
Jayden Oosterwolde saat ini tengah mengalami cedera dan diperkirakan pulih pada 2 Juni 2025. Beredar kabar, asisten pelatih Timnas Indonesia baru-baru ini mengunjungi klub milik Jayden Oostwerwolde, Fenerbahce. Tujuannya jelas bahwa Alex Pastoor membujuk Jayden untuk membela Timnas Indonesia.
“Asisten pelatih Tim Nasional Indonesia, Alex Pastoor datang ke Istanbul untuk bertemu dengan Jayden Oosterwolde. Pertemuan itu (membujuk Jayden Oosterwolde) bermain untuk Tim Nasional Indonesia,” tulis laporan dari akun fanbase terpercaya Fenerbahce, @1907Bros.
Jika gabung Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde mempertebal persaingan di sektor fullback kiri. Selain fullback kiri, Jayden dapat ditempatkan sebagai gelandang kiri dan bek tengah.