Jonatan Christie Ogah Pasang Ekspektasi Tinggi di All England 2025
JAKARTA - Jonatan Christie tak mau pasang ekspektasi tinggi di All England 2025. Meski berstatus sebagai juara bertahan, ia tidak mau terbebani dengan hal tersebut.
Sebagai pemain, Jonatan tentu memiliki harapan besar untuk menjadi juara di setiap turnamen. Terlebih All England adalah turnamen bergengsi di dunia dan statusnya adalah juara bertahan.
1. Bumerang
Hanya saja, Jonatan tidak ingin target juara tersebut malah menjadi bumerang. Target besarnya adalah ingin bisa bermain semaksimal mungkin di ajang yang akan digelar di Birmingham, Inggris, tersebut.
"Kalau All England menargetkan menjadi juara itu enggak sampai, ‘Oh target harus jadi juara,’ enggak begitu juga, setidaknya saya berusaha semaksimal mungkin," ungkap Jonatan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, dikutip Senin (24/2/2025).
"Pasti mau menyamai juga, tapi enggak yang itu menjadi beban tersendiri buat saya, atau menargetkan, ‘Oh saya harus juara atau harus sampai ini,’ enggak juga begitu loh," tambah pemain berusia 27 tahun itu.
"Karena baik lagi yang tadi saya bilang, tujuannya satu fokusnya di kondisi badannya dulu. Kondisi memang yang saat ini yang saya hadapi itu seperti apa Jadi ya sudah fokusnya ke situ dulu,” ucap Jonatan.
2. Atur
Sementara terkait ekspektasi masyarakat, Jonatan tidak bisa mengatur hal tersebut. Jika masyarakat memberikan ekspektasi besar di All England 2025, ia hanya ingin fokus untuk melakukan yang terbaik.
"Saya enggak pernah bisa memaksakan (ekspektasi masyarakat) rendah atau tinggi. Kan itu dari mereka semua. Jadi ya untuk saya pribadi enggak ada, bukan ranah saya untuk mengomentari atau mengatur ekspektasi orang sebetulnya," kata Jonatan.
"Mau (ekspektasi) tinggi boleh, mau rendah juga boleh, terserah mereka. Ya bukan hak saya juga. Hak saya adalah saya melakukan yang terbaik dari apa yang saya bisa lakukan," tandas bapak satu anak tersebut.
All England 2025 akan berlangsung pada 11-16 Maret 2025. Selain Jonatan, di sektor tunggal putra Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting dan Chico Aura Dwi Wardoyo.