Prabowo Diminta Ciptakan Mesin Ekonomi Baru untuk Indonesia Emas 2045
JAKARTA- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto didorong untuk menciptakan mesin ekonomi baru dengan mendukung salah satu kunci. Yaitu inovasi untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
"Saya teringat ketika Sam Altman berkunjung ke Jakarta. Seorang peserta konferensi bertanya kepadanya apa rahasia sukses Silicon Valley dibanding pusat inkubasi komersialisasi inovasi lainnya di dunia. Sam menjelaskan masyarakat disana terbiasa dengan kegagalan dalam inovasi,” ujar Pengajar Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Heru Dewanto, Selasa (25/2/2025).
"Bila seorang inovator yang telah mendapatkan kepercayaan investor ternyata kemudian gagal mengkomersialisasikan inovasinya, dia tidak lalu akan dijauhi oleh para investor ataupun sistem keuangan disana. Yang lebih penting lagi dia tidak akan dijatuhi social judgement atau penghakiman sosial,” lanjutnya.
Diutarakannya, masyarakat disana tidak akan menganggapnya sebagai seorang pecundang karena hanya gagal dalam berinovasi. Dia juga mengatakan dengan inovasi Indonesia bisa menghasilkan new money. Maka kita harus sepenuh hati mendukung para anak bangsa untuk berinovasi.
"Jeff Bezos menjelaskan mengapa big tech companies sebagian besar lahir di Amerika, juga para entrepreneur dan venture capital besar lainnya. Semua itu bukan semata sistem perbankan yg lebih baik, karena Eropa juga punya sistem yang sama baiknya. Tapi utamanya karena mereka punya Risk Capital yg lebih unggul. Di Amerika seorang inovator misalnya bisa mendapatkan Seed Capital walaupun peluang sukses atas inovasinya hanya 10," ucap.
Waketum Kadin itu juga menekankan dengan inovasi, anak bangsa akan menciptakan mesin perekonomian yang baru. Mengingat target pertumbuhan ekonomi pemerintah Prabowo-Gibran mencapai 8 persen.
"Pemerintahan Presiden Prabowo dihadapkan pada tantangan pertumbuhan 8 persen guna mencapai Indonesia Emas 2045, maka penciptaan mesin-mesin ekonomi baru adalah sebuah keniscayaan,"pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja mencapai pertumbuhan ekonomi mencapai 8. Penegasan Prabowo ini saat memberikan pembekalan jajarannya di di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024).
“(Presiden Prabowo meminta jajarannya) bekerja keras dan fokus dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” kata Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menirukan pernyataan Prabowo.