Green Power (LABA) Masih Rugi, Harga Sahamnya Turun Dalam
IDXChannel - PT Green Power Group Tbk (LABA) masih mencetak rugi bersih pada 2024 meskipun pengendali baru telah melakukan serangkaian aksi korporasi. Harga saham emiten energi terbarukan tersebut juga turun signifikan dalam sebulan terakhir.
Dalam laporan keuangan auditan yang disampaikan pada Senin (31/3/2025), LABA mencatat penjualan naik hampir dua kali lipat menjadi Rp21,6 miliar pada 2024.
Klien baru perseroan seperti PT Gotion Indonesia dan PT Safast Electric Vehicle belum memberikan pendapatan bagi perseroan. Sementara porsi pendapatan terbesar LABA berasal dari PT Green City Trafic yang mencapai Rp16,2 miliar atau 75 persen dari total penjualan.
Meski pendapatan naik, beban pokok penjualan juga ikut membengkak menjadi Rp19,7 miliar sehingga laba kotor tak berubah di angka Rp1,9 miliar.
Kecilnya laba kotor yang diraih tersebut semakin tergerus oleh beban usaha yang menembus Rp12,4 miliar. Lonjakan beban usaha ini disebabkan gaji dan tunjangan yang naik menjadi Rp4,8 miliar serta biaya legal dan jasa profesional sebesar Rp2,6 miliar.
Alhasil, rugi bersih LABA tercatat Rp8,7 miliar, membengkak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2023 yang sebesar Rp3,9 miliar.
Namun, manajemen LABA masih optimistis dengan kinerja perseroan di masa depan. LABA menetapkan target pendapatan konsolidasi Rp400 miliar dengan profit Rp40 miliar pada 2025. Target tersebut terus meningkat hingga tiga tahun ke depan.
Kinerja keuangan LABA yang belum membaik tersebut juga tercermin dari performa saham perseroan. Dalam satu bulan terakhir, saham LABA turun 61 persen ke Rp114 sementara jika dihitung dari harga tertingginya dalam setahun terakhir di Rp885, maka kerugiannya mencapai 87 persen.
Dengan penurunan saham tersebut, nilai kapitalisasi pasar LABA mengempis menjadi Rp126 miliar.
(Rahmat Fiansyah)