Kejelasan Danantara Picu Optimisme di Saham BUMN

Kejelasan Danantara Picu Optimisme di Saham BUMN

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 30 Maret 2025 - 06:34
share

IDXChannel - Bahana Sekuritas melihat peluang reli taktis di pasar saham Indonesia menyusul kejelasan lebih lanjut mengenai sovereign wealth fund (SWF) baru, Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pengumuman 18 anggota manajemen Danantara yang berlatar belakang profesional tanpa afiliasi politik dinilai dapat meredakan ketidakpastian yang membayangi pasar saham Tanah Air.

IHSG telah melemah lebih dari 20 persen sejak mencapai puncaknya pada Oktober lalu, dipicu oleh sentimen negatif terhadap kebijakan pemerintah dan arus modal keluar.

Namun, komposisi kepemimpinan Danantara memberikan harapan baru bagi investor.

Data Bahana Sekuritas, dalam riset yang terbit pada 25 Maret 2025, menunjukkan, 67 persen dari para direktur memiliki keahlian di bidang pasar modal, investasi, keuangan, atau perbankan. Selain itu, 61 persen merupakan lulusan universitas di Amerika Serikat (AS), sementara 72 persen memiliki gelar Master atau PhD dengan rata-rata usia 55 tahun.

Penunjukan jajaran direksi ini disebut mencerminkan pragmatisme pasar dari Presiden Prabowo Subianto, terutama setelah terjadi arus keluar modal asing sebesar USD1,64 miliar dari pasar saham Indonesia sepanjang 2025.

“Koreksi pasar saham ketika seorang presiden baru masih dalam tahap penyesuaian bukanlah hal yang baru,” kata analis Bahana.

Bahana Sekuritas membandingkan situasi ini dengan era awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketika IHSG sempat merosot 25 persen sejak Maret hingga Oktober 2015.

Meskipun masih ada perbedaan pendapat di kalangan investor mengenai apakah Danantara bisa menjadi "Dream Team" yang mampu menarik kembali dana asing, Bahana Sekuritas menilai ekspektasi terhadap SWF ini terlalu pesimistis alias too bearish.

Penunjukan direksi profesional di bank-bank BUMN seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) dalam RUPS pekan ini juga menambah optimisme pasar.

“Karena pasar bergerak berdasarkan ekspektasi, kami meyakini bahwa perkembangan netral atau sedikit positif terkait Danantara maupun bank BUMN berkapitalisasi besar sudah cukup untuk memicu reli taktis aset Indonesia,” demikian kata Bahana.

Dalam strategi investasinya, Bahana Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham BUMN sebagai pilihan utama.

BBRI dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi dua saham unggulan, didukung oleh perbaikan kualitas aset dan pertumbuhan laba yang solid.

Selain itu, saham Aneka Tambang (ANTM) menarik perhatian berkat lonjakan volume penjualan emas, sementara Adhi Karya (ADHI) menawarkan prospek pemulihan (turnaround story) meskipun laporan keuangan kuartal IV-2024 masih di bawah ekspektasi.

Informasi saja, dalam jangka panjang, Danantara diproyeksikan mengelola aset senilai lebih dari USD900 miliar. Pemerintah bahkan menyebutnya sebagai versi Indonesia dari Temasek, lembaga investasi milik Singapura.

Pada tahap awal, Danantara akan mengalokasikan dana sebesar USD20 miliar untuk sejumlah sektor strategis, termasuk hilirisasi sumber daya alam (SDA), pengembangan kecerdasan buatan (AI), serta ketahanan energi dan pangan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik