Pejabat Israel dengan Angkuh Serukan Semua Orang Dewasa Palestina di Gaza Dilenyapkan

Pejabat Israel dengan Angkuh Serukan Semua Orang Dewasa Palestina di Gaza Dilenyapkan

Global | sindonews | Selasa, 25 Februari 2025 - 05:12
share

Seorang pejabat senior Israel dengan angkuhnya menyerukan militer Zionis melenyapkan semua orang dewasa Palestina di Gaza.

Nissim Vaturi, wakil ketua Parlemen Israel, menyerukan pemisahan anak-anak dari ibu mereka dan pembunuhan semua orang dewasa di Gaza.

Dalam sebuah wawancara dengan radio Kol BaRama, Vaturi mengumbar hinaan kasar pada warga Palestina, menyebut mereka "bajingan" dan "sub-manusia", seraya mengeklaim bahwa mereka adalah sekelompok orang yang tidak dapat diterima.

"Siapa yang tidak bersalah di Gaza? Warga sipil keluar dan membantai orang-orang dengan kejam," kata Vaturi.

"Mereka adalah orang buangan dan tidak ada seorang pun di dunia yang menginginkan mereka," lanjut dia, yang dikutip Middle East Eye, Selasa (25/2/2025).

“Israel perlu memisahkan anak-anak dan wanita serta membunuh orang dewasa di Gaza, kami terlalu perhatian,” imbuh dia.

"Masyarakat internasional memahami bahwa penduduk Gaza tidak diterima di mana pun, dan mendorong mereka ke Israel,” klaim Vaturi.

Vaturi, yang berasal dari Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, juga mengatakan bahwa kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki Israel akan segera berubah menjadi Gaza, dengan mengatakan bahwa warga Palestina yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata harus ditempatkan di sana. "Agar mereka dapat disingkirkan nanti,” ujarnya.

"Hapus Jenin. Jangan mulai mencari teroris—jika ada teroris di rumah, tangkap dia, suruh wanita dan anak-anak keluar," katanya.

Komentar ini muncul setelah Israel menunda pembebasan ratusan tahanan Palestina, yang semestinya dilaksanakan pada hari Sabtu sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Gaza antara Israel dengan Hamas.

Israel bermaksud membebaskan 602 tahanan Palestina sebagai ganti enam sandera Israel yang dibebaskan.

Hamas menanggapi dengan mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan negosiasi kecuali para tahanan dibebaskan seperti yang dijanjikan.

Mahmoud Mardawi, seorang pejabat Hamas, mendesak para mediator untuk menekan Israel agar menegakkan perjanjian gencatan senjata.

Kampanye Genosida Zionis Israel

Retorika kekerasan yang dikeluarkan oleh para pemimpin tinggi Israel seperti Vaturi telah digunakan sebagai bukti niat genosida Israel dalam perangnya di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina dan benar-benar menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut.

Pengacara untuk Afrika Selatan menggunakan pernyataan mereka di Mahkamah Internasional dalam kasus yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza. Dalam putusan pendahuluan, pengadilan tertinggi dunia itu mengatakan tuduhan Afrika Selatan masuk akal.

Sementara itu, laporan terbaru oleh komite khusus PBB pada bulan November menuduh Israel melakukan kebijakan dan praktik di Gaza yang dapat menyebabkan "kemungkinan genosida".

"Kebijakan dan praktik Israel selama periode pelaporan konsisten dengan karakteristik genosida," bunyi laporan komite itu, yang mendesak langkah-langkah segera diambil untuk melindungi kehidupan warga sipil Palestina.

Komite khusus juga menyimpulkan bahwa Israel melakukan beberapa pelanggaran hukum internasional, dan tidak hanya di Gaza.

Kelompok Amnesty International juga menetapkan dalam sebuah laporan yang dirilis pada bulan Desember bahwa Israel memiliki niat untuk menghancurkan warga Palestina, ambang batas yang diperlukan yang menyebabkan kelompok hak asasi manusia terkemuka di dunia itu menyimpulkan bahwa Israel bersalah atas genosida.

“Ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa tujuan dan sasaran Israel di Gaza adalah penghancuran warga Palestina di Gaza, dan tidak ada penjelasan alternatif yang masuk akal,” katanya.

Amnesty menjelaskan bahwa tujuan militer Israel tidak cukup untuk menjelaskan skala dan cakupan tindakan ilegal Israel yang sedang berlangsung. “Hanya niat untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza yang dapat menjelaskannya,” katanya.

Topik Menarik