Mentan: Harga Pangan di Ramadhan Stabil

Mentan: Harga Pangan di Ramadhan Stabil

Ekonomi | okezone | Senin, 24 Maret 2025 - 15:39
share

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pangan tersedia menjelang Lebaran 2025. Untuk beras aat ini ada 2,2 juta ton di gudang Bulog.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pencapaian swasembada pangan. Kita syukuri, harga-harga di bulan suci Ramadhan relatif stabil dan stok beras di Bulog saat ini mencapai 2,2 juta ton," kata Amran, Senin (24/3/2025).

1. Produksi Beras

Lebih jauh Mentan Amran menyatakan bahwa jumlah ini tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Produksi padi juga mencatat rekor tertinggi, di mana pada Januari-April 2025 diperkirakan mencapai 24,22 juta ton gabah kering giling (GKG).

Mentan Amran menambahkan, pemerintah terus berupaya mengawal produksi pangan agar tetap optimal. Presiden Prabowo Subianto, kata Amran, telah memberikan arahan untuk memastikan berbagai program pertanian berjalan dengan baik.

"Bapak Presiden minta tadi dalam rapat terbatas, bahwasannya kita harus kawal optimalisasi lahan, cetak sawah, irigasi, dan seterusnya. Kita harus kawal agar betul-betul pencapaian kita produksi swasembada betul-betul sempurna," ujarnya.

2. Serapan Bulog

Dalam hal penyerapan gabah, Mentan Amran juga mencatat adanya lonjakan signifikan. Jika pada Januari-Maret 2024 Bulog hanya mampu menyerap 35 ribu ton gabah, maka dalam tiga bulan pertama tahun ini angka penyerapan diproyeksikan bisa mencapai 700 ribu ton.

Tahun lalu, total serapan selama setahun hanya sekitar 1 juta ton, sementara tahun ini pemerintah menargetkan 3 juta ton gabah terserap pada bulan April atau Mei nantinya. Jikapun realisasi penyerapan gabah bisa mencapai lebih dari 2 juta ton dalam periode tersebut, maka stok beras nasional di Bulog akan sangat mencukupi.

 

“Ini adalah lompatan eksponensial. Ini kerja keras kita semua, sesuai arahan Bapak Presiden, dan saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian, TNI, Polri, serta semua pihak yang telah berkontribusi,” tegas Mentan Amran.

3. Antisipasi Kemarau

Lebih lanjut, Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah akan terus mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini dengan menggencarkan program pompanisasi.

Kebijakan ini dinilainya terbukti berhasil meningkatkan produksi padi lebih dari 2 juta ton pada periode Agustus-Desember 2024. Dengan strategi yang sama, diharapkan produksi padi pada tahun ini tetap terjaga, sehingga ketersediaan beras nasional semakin kuat.

“Kita terus berupaya memastikan produksi tetap optimal, dan semoga dengan doa serta kerja keras bersama, swasembada pangan benar-benar bisa kita wujudkan,” pungkasnya.
 

Topik Menarik