Pramono Bakal Tambah Jumlah Personel Damkar, Ini Syaratnya
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui bahwa saat ini personil pemadam kebakaran (Damkar) masih kurang sehingga dibutuhkan pembukaan lowongan juru padam baru. Setidaknya diperlukan 10-11 ribu juru padam agar mencukupi kebutuhan personil.
"Memang dari segi personil masih sangat kekurangan, kebutuhannya sekitar 10 hingga 11 ribu. Sekarang hanya ada kurang lebih 4.000, sehingga dengan demikian secara perlahan kami akan mempersiapkan supaya kebutuhan personel itu bisa tercukupi," ujar Pramono di Mako Damkar, Gambir, Jakarta Pusat.
Pramono menyebut perekrutan juru padam akan dibuka pada tahun ini. Namun, dirinya belum dapat memastikan jumlah yang akan direkrut dan pastinya akan ada seleksi yang ketat.
"Yang jelas akan dibuka tahun ini. Yang jelas segera akan dibuka. Dan pasti nanti habis ini Kepala Dinas Damkar akan saya panggil secara khusus berapa sih kebutuhannya," ucapnya.
Pramono membeberkan syarat juru padam harus memiliki KTP Jakarta hingga yang menyenangi pekerjaan dengan jiwa kemanusiaan tersebut.
"Personelnya siapa saja, tentunya diutamakan ber-KTP Jakarta seperti yang saya sampaikan. Dalam damkar ini tadi saya tanyakan beberapa anggota damkar, mereka rata-rata sudah tugas 25 hingga 30 tahun. Artinya bahwa orang yang kerja seperti di damkar ini kerjanya panjang, sehingga apa ya, long life employment, yang memang mereka menyenangi, menyukai pekerjaan yang ada. Kalau ini pekerjaan kemanusiaan, sehingga itulah yang menjadi faktor untuk melakukan perekrutan anggota Damkar yang baru," ujar Pramono.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan juru padam akan di tes perihal memiliki trauma ketinggian, gelap dan sebagainya sehingga kualitas sumber daya manusia (SDM) juru padam tetap terjaga.
"Untuk kriteria tadi disebutkan pak Gubernur berbadan sehat, dan pasti nanti dites lagi, apakah ada trauma dengan ketinggian, trauma dengan gelap, itu kan ngga boleh jadi petugas kebakaran, jadi kita akan tes lagi," ucap Satriadi.