Sebelum Tewas Tertembak, AKP Lusiyanto Ajak Anak Buah Bagikan Takjil Ramadhan
BANDARLAMPUNG, iNews.id – Keluarga mengungkap sosok Kapolsek Negara Batin, AKP anumerta Lusiyanto (53) yang tewas ditembak oknum TNI saat penggerebekan judi sabung ayam di Desa Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. Almarhum Lusiyanto selama ini dikenal sebagai sosok yang baik dan pekerja keras.
Bibi AKP Lusiyanto, Dasni (71) menuturkan, selama bulan Ramadhan, Lusiyanto kerap mengajak anak buahnya berbagi takjil untuk warga.
"Sehari sebelum insiden penembakan terjadi, Lusiyanto sebenarnya baru pulang menengok kakaknya yang ada di Sumatera Selatan. Senin sore itu selepas pulang berdinas, istrinya sempat meminta Lusiyanto untuk beristirahat di rumah agar tidak kelelahan," ungkap Dasni, Rabu (19/3/2025).
Namun saat itu, kata Dasni, Lusiyanto keukeuh ingin mendampingi anak buahnya menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan.
Akhirnya almarhum berangkat dari rumahnya di Kabupaten Pringsewu dengan mengendarai mobil. Keluarga tak pernah mengira bahwa hari itu adalah Senin terakhir bagi Lusiyanto menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.
Dasni mengungkapkan, Lusiyanto adalah bungsu dari 12 bersaudara. Dia adalah satu-satunya anak di keluarga yang berkarier sebagai polisi. Kakak Lusiyanto kebanyakan bekerja sebagai guru.
Selama ini, keluarga besar memaklumi jika Lusiyanto jarang bisa berkumpul dengan keluarga saat hari raya karena kesibukannya bekerja sebagai polisi.
”Saat dia dilantik, keluarga sudah mendapat wejangan jika Lusiyanto ini bukan sepenuhnya milik keluarga karena sudah mengabdi pada negara. Kalau kali ini dia enggak pulang, kami sudah ikhlas,” tutur Dasni saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Lampung.
Dasni berharap kasus yang menewaskan tiga polisi ini bisa diusut secara tuntas dan transparan agar tidak menimbulkan pertanyaan dibenak keluarga. Siapa pun pelakunya harus ditindak tegas.
Lusiyanto (53) adalah Kepala Polsek Negara Batin yang ikut menjadi korban penembakan saat penggerebekan terjadi. Selain Lusiyanto, anggota Polsek Negara Batin, Aipda Anumerta Petrus Apriyanto (40), dan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Way Kanan, Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta (23), juga tewas tertembak.