Evakuasi Korban Tewas Pendaki Puncak Cartensz Dilanjutkan Besok

Evakuasi Korban Tewas Pendaki Puncak Cartensz Dilanjutkan Besok

Nasional | okezone | Minggu, 2 Maret 2025 - 13:24
share

JAKARTA - Tim gabungan menghentikan sementara proses evakuasi terhadap jenazah Lilie Wijayanti yang meninggal dalam ekspedisi pendakian Gunung Carstensz Pyramid, Papua, Minggu (2/3/2025). Sebab, kondisi alam tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi.

"Hingga pukul 15.00 WIT evakuasi terhadap pendaki yang MD (meninggal dunia) atas Nama: Lilie Wijayanti, dihentikan sementara dikarenakan cuaca yang tidak mendukung," kata Kepala Kantor SAR (Kakansar) Timika, Wayan Suyatna melalui keterangan tertulis.

Ia menyampaikan, proses evakuasi akan dilakukan kembali pada esok hari.  "Rencana pelaksanaan evakuasi dilanjutkan pada besok hari," ujarnya.

Sementara itu, satu jenazah atas nama Elsa Laksono telah berhasil dievakuasi pada pagi hari waktu setempat. Selain Elsa, helikopter juga membawa 3 korban selamat saat proses evakuasi.

"Pada pukul 07.25 Helikopter take off dari lembah kuning ke Timika membawa 1 jenazah atas nama Elsa dan 3 orang pendaki yang selamat," tuturnya.

 

Ia menyampaikan setelah pendaratan berhasil di Bandara Mozes kilangin, jenazah Elsa pun langsung dibawa ke RSUD Timika, Papua. 

Adapun, saat ekspedisi pendakian, rombongan terdiri dari 10 orang termasuk penyanyi Fiersa Besari, dua korban, Indira Alaika, Furki, Saroni, Ludy Hadiyanto dan 3 Warga Negara Asing. Sementara itu, terdapat 5 guide di antaranya bernama, Nurhuda; Alvin Perdana; Arlen Kolinug; Jeni Dainga dan Ruslan.

Dua orang meninggal dunia ini diduga karena Acute Mountain Sickness (AMS). Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo bahwa kejadian bermula pada hari Rabu 26 Februari pagi waktu setempat.

“Tepat pada hari Jumat (28/02), para pendaki melakukan penyeberangan di jembatan tyrollean, dan Informasi dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah yang sudah berhasil turun menyampaikan bahwa, semua sudah di summit/Puncak dan ada 2 orang Indira dan Saroni terkena gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sedangkan tim tamu dan guide berada sebelum tyrollean,” kata Ignatius saat dikonfirmasi.

Beny menyampaikan, guide Nurhuda tiba di Basecamp sendirian dengan gejala hypothermia, dan langsung meminta bantuan ke tim di base camp karena radio off, dan Guide Yustinus Sondegau naik ke atas untuk membawa bantuan emergency, seperti sleeping bag, fly sheet, air panas,radio.

“Dengan cepat, 1 orang guide internasional, Dawa Gyalje Sherpa naik untuk melakukan pertolongan, dan Pendaki Poxy menginformasikan bahwa Dawa telah menghubungi Basecamp, dan sudah bertemu serta sedang menangani salah satu dari ibu-ibu,” tambahnya.

 

Lebih lanjut Kabid Humas menambahkan, guide atas nama Dawa mencoba membantu 2 orang ibu-ibu pendaki di Teras Dua yang sedang mengalami AMS.

“Naasnya, pendaki Octries menginformasikan ke pendaki Deshir bahwa, 2 (dua) orang ibu-ibu tersebut yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia, dan pendaki Huda naik kembali ke teras dua untuk mencoba membantu pendaki Egi, dan teman-teman di Summit Ridge," jelasnya.

Selanjutnya pendaki Huda berkomunikasi, dan mengabarkan bahwa dirinya sudah di Base Camp dan tidak sanggup lagi meneruskan ke posisi Egi, Indira dan Saroni, sedangkan barang - barang untuk emergency sudah disimpan di bawah summit ridge.

“Untuk ke tiga pendaki yang mengalami AMS saat ini sudah dilakukan pergeseran ke Base Camp Yelow Valey, sedangkan untuk 2 Jenazah, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono masih dilakukan upaya evakuasi ke BaseCamp Yelow Valey,” pungkas Kombes Benny.
 

Topik Menarik