Menanti Pengumuman Tarif Baru Trump, Apa Dampaknya Buat Indonesia?

Menanti Pengumuman Tarif Baru Trump, Apa Dampaknya Buat Indonesia?

Terkini | idxchannel | Rabu, 2 April 2025 - 14:44
share

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan tarif impor baru untuk sejumlah komoditas pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. Para ekonom menilai kebijakan tersebut bakal memberikan efek berganda alias multiplier effect yang kurang baik bagi banyak negara, termasuk Indonesia. 

Adapun pengenaan tarif impor 25 persen berlaku bagi produk mobil. Sementara, besaran tarif komoditas lainnya akan diumumkan langsung Trump hari ini.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat secara langsung akan menurunkan perdagangan global. Kondisi ini mempengaruhi produk-produk yang di ekspor Indonesia ke negara-negara mitra. 

Apalagi, Indonesia dinilai belum siap menghadapi potensi buruk dari kebijakan Presiden Trump tersebut. 
Pemerintah dinilai belum mendesain rencana yang matang dalam mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi ke depannya. 

"Jadi multiplier effect dari kebijakan Trump itu akan jauh lebih besar, kita tidak cukup siap untuk menghadapi itu, kita tidak memiliki satu rencana, respons kebijakan agar supaya kita bisa meminimalisir dampak negatif dari kebijakan Trump," ujar Piter saat dihubungi IDXChannel, Rabu (2/4/2025).

Otoritas di Tanah Air, lanjut Piter, belum se-agresif negara lain yang sudah mengambil inisiatif strategis dari jauh-jauh hari, setelah kabar bahwa Donald Trump akan menerapkan kebijakan proteksionisme tersebut. 

“Ya kalau saya melihat sih pemerintah belum menunjukkan adanya satu perencanaan untuk mengantisipasi kebijakan Trump. Nah, jadi yang saya lihat ya, saya tidak melihat kesulitan pemerintah untuk mengantisipasi kebijakan Trump," kata dia.

Pemerintah dinilai perlu melakukan diplomasi tingkat tinggi dengan otoritas Amerika Serikat, menyusul potensi pengenaan tarif impor 25 persen untuk ekspor produk-produk asal Indonesia.

Salah satu industri Tanah Air yang berpotensi terancam oleh kebijakan 
Donald Trump adalah mebel dan kerajinan. 

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan, Indonesia harus mengikuti jejak negara-negara lain yang sudah melakukan negosiasi insentif dengan AS. Seperti Brasil, Argentina, dan Korea Selatan.

"Ya ini tantangan yang luar biasa nih. Saya pikir pemerintah harus mengambil tindakan signifikan ya dalam konteks ini, mungkin ya dalam hal ini diplomasinya perlu dibangun lebih tinggi ya," kata Abdul Sobur.

Dipastikan industri mebel dan kerajinan bakal terancam oleh kebijakan Donald Trump. 

Di lain sisi, Uni Eropa (UE) juga menerapkan regulasi yang semakin ketat terhadap produk berbasis kayu. Hal itu menambah tantangan bagi pelaku industri dalam negeri.

Abdul Sobur mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis. Sehingga, industri mebel dan kerajinan yang menyerap jutaan tenaga kerja bisa terlindungi.

Kinerja ekspor produk mebel Indonesia diproyeksi menyusut antara 15-20 persen, jika Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif impor sebesar 25 persen.

Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Universitas Tarumanagara Ariawan Gunadi mengatakan, langkah proteksionisme Donald Trump bakal berdampak buruk bagi industri mebel dan kerajinan di dalam negeri.

“Bisa menyusut hingga 15-20 persen dalam jangka pendek, yang punya dampak signifikan pada pendapatan sektor di industri dan keseimbangan perdagangan," ucap Ariawan Gunadi.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik