Raksasa Cat Ini Caplok 100 Saham Asian Paints Indonesia
JAKARTA - Berger Paints Singapore resmi mengakuisisi 100 saham PT Asian Paints Indonesia dan PT Asian Paints Colour Indonesia. Akuisisi ini termasuk fasilitas manufaktur seluas 5,3 hektare (ha) yang terletak di Kawasan Industri Karawang, Indonesia.
"Fasilitas baru di Indonesia akan menjadi platform strategis bagi kami untuk mengembangkan bisnis kami di salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kami sangat bersemangat dengan peluang yang ditawarkan untuk melayani pasar Indonesia," kata Direktur Utama Berger Paints Singapore Kan Shetty dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
1. Berger Paints Akuisisi Asian Paints Indonesia
Berger Paints memiliki warisan yang dimulai sejak 1760 ketika Lewis Berger pertama kali mulai memproduksi cat biru Prusia di Inggris. Berger Paints Singapore memulai operasinya pada tahun 1939 sebagai fasilitas manufaktur cat pertama di Singapura, kini memegang hak teritorial untuk beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Akuisisi di Indonesia ini memberikan peluang besar bagi Berger Paints Singapore untuk semakin memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara dan memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang pesat untuk cat dan pelapis berkualitas di Indonesia," ujarnya.
Fasilitas manufaktur yang terdepan di Karawang akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jejaknya di salah satu negara dengan ekonomi yang paling dinamis di dunia.
Berger Paints Singapore adalah bagian dari Omega Industries Group, perusahaan cat multinasional yang beroperasi di berbagai negara di Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Kepulauan Pasifik.
2. Asian Paints Hadapi Tantangan Bisnis
Sementara Asian Paints memulai operasinya di Indonesia pada tahun 2016. Memiliki fasilitas manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Karawang, dengan kapasitas 25.000 ton per tahun.
Sekadar informasi, perusahaan cat asal India, Asian Paints, mengumumkan bahwa mereka akan menjual bisnisnya di Indonesia kepada perusahaan Australia, Omega Property Investments, dengan nilai S$7,5 juta (USD5,6 juta).
Keputusan ini diambil setelah menghadapi tantangan pertumbuhan selama sembilan tahun beroperasi di pasar Indonesia.