Taksi Xanh SM Vietnam Punya Siapa? Ini Sosoknya

Taksi Xanh SM Vietnam Punya Siapa? Ini Sosoknya

Terkini | okezone | Minggu, 23 Februari 2025 - 12:05
share

JAKARTA - Taksi Xanh SM Vietnam punya siapa? Ini sosoknya. Layanan mobil taksi listrik Xanh SM sudah mulai aktif beroperasi di Indonesia sejak 18 Desember 2024.

Taksi dengan armada mobil listrik ini didirikan di Vietnam sejak 2023 dan mulai merambah ke pasar internasional, termasuk Indonesia.

Keunggulan Taksi Xanh SM

Taksi Xanh SM bertujuan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon.

Menggunakan energi listrik sebagai bahan bakar utama, Taksi Xanh menawarkan solusi transportasi yang hemat energi sekaligus mendukung pengurangan polusi udara.

Kendaraan ini dilengkapi dengan fitur modern seperti GPS terintegrasi dan aplikasi pemesanan digital untuk memudahkan pelanggan.

Taksi Xanh resmi diluncurkan di Jakarta pada Desember 2024 sebagai bagian dari ekspansi global Vingroup. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi publik.

Sosok Pemilik Taksi Xanh SM

Pendiri sekaligus pemilik Xanh SM yakni Pham Nhat Vuong yang sekaligus menjadi orang terkaya di Vietnam. Pham Nhat dikenal sebagai pemilik Vingroup, salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di negara tersebut.

Vingroup menaungi perusahaan yang bergerak di bidang real estat, ritel, dan layanan kesehatan. Unit utama dalam grup ini adalah produsen kendaraan listrik, VinFast, pengembang properti Vinhomes, dan jaringan hotel Vinpearl.

Pham Nhat Vuong dikenal sebagai miliarder pertama Vietnam yang masuk daftar Forbes. Pada 2023, kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari USD4,1 miliar atau setara Rp65,6 triliun. Bahkan, pada 2019 kekayaan Vuong mencapai USD5,1 miliar atau setara Rp81,6 triliun

Pham Nhat Vuong memiliki visi besar untuk menciptakan dunia yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Salah satu langkah nyatanya adalah menghadirkan layanan taksi listrik seperti Taksi Xanh.

Perjalanan Bisnis Pham Nhat Vuong

Melansir dari berbagai sumber, Pham Nhat Vuong memulai perjalanan bisnisnya dari usaha mi instan di Ukraina pada 1990-an. Setelah menyelesaikan pendidikan di Rusia, ia memutuskan pindah ke Kharkiv, Ukraina dan membuka restoran Vietnam di sana.

Ia melihat peluang besar di tengah kondisi ekonomi yang sulit pasca runtuhnya Uni Soviet. Dengan modal pinjaman sebesar USD10 ribu, Vuong mendirikan bisnis mi instan bernama Mivina

Kesuksesan Mivina membuatnya mendirikan perusahaan Technocom, yang menjadi pemimpin pasar makanan instan di Ukraina sebelum akhirnya dijual ke Nestle pada 2010 senilai USD150 juta.

 

Setelah sukses besar di Ukraina, Vuong kembali ke negara asalnya. Vuong melihat Vietnam juga mengalami perubahan serupa dengan Ukraina, ketika perekonomiannya bertransisi dari sistem yang dikelola negara menjadi perekonomian yang lebih berbasis pasar pada akhir 1990-an.

Vuong melirik bisnis lain di bidang real estat di Vietnam. Saat bisnisnya berkembang pesat, ia melakukan ekspansi ke proyek perkantoran, pembangunan kota mewah, dan pusat perbelanjaan di Hanoi.

Vuong pun mengonsolidasikan sebagian besar asetnya ke dalam perusahaan Vingroup, yang merupakan konglomerasi dengan eksposur di industri perawatan kesehatan, hiburan, dan teknologi.

Pada 2013, Vuong menjadi miliarder pertama di Vietnam, menurut Forbes. Vingroup menghasilkan pendapatan USD5,4 miliar dan laba USD83 juta pada 2022. Ia kemudian mendirikan VinFast yang memproduksi dan menjual motor dan mobil listrik.

VinFast telah membangun pabrik manufaktur senilai USD4 miliar di North Carolina. Vuong memiliki tekad membuat perusahaan tersebut sukses dan bisa bersaing dengan perusahaan kendaraan listrik lainnya di dunia, termasuk Tesla.

Topik Menarik