Mees Hilgers Cetak Gol Bunuh Diri, Alex Pastoor Langsung Soroti Lini Pertahanan FC Twente Usai Kalah dari Bodo/Glimt di Liga Europa 2024-2025
ASISTEN pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, langsung menyoroti lini pertahanan FC Twente usai kalah dari Bodo/Glimt di Liga Europa 2024-2025. Diketahui, lini pertahanan FC Twente sendiri dikawal bintang Timnas Indonesia, Mees Hilgers.
Kekalahan dari Bodo/Glimt sendiri diketahui membuat FC Twente gagal menembus 16 besar Liga Champions 2024-2025. Pastoor menilai lini pertahanan FC Twente yang dikawal Mees Hilgers tidak bermain baik.
1. FC Twente Tumbang
Pil pahit harus ditelan FC Twente kala melawna Bodo/Glimt pada leg kedua play-off 16 besar Liga Europa 2024-2025. The Tukkers -julukan FC Twente- menelan kekalahan pahit 2-5 saat bertandang ke markas Bodo/Glimt di Aspmyra Stadium, Jumat (21/2/2025) dini hari WIB.
Dewi fortuna benar-benar tidak berpihak pada FC Twente di laga itu. Pasalnya, tim arahan Joseph Oosting itu kecolongan satu gol penalti dan dua gol bunuh diri, yang mana salah satunya dicetak oleh bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Adapun gol bunuh diri lainnya dicetak Arno Verschueren.
2. Reaksi Alex Pastoor
Alex Pastoor pun turut menyoroti kekalahan tragis FC Twente. Asisten pelatih Timnas Indonesia itu mengakui kalau Bodo/Glimt memiliki keunggulan karena bermain di hadapan publiknya sendiri. Tapi yang menjadi sorotannya adalah, strategi yang dimainkan The Tukkers.
“Keunggulan jelas ada di pihak tim Norwegia. Tapi yang jadi pertanyaan, apa sebenarnya rencana permainan FC Twente?” kata Pastoor, dilansir dari Twente Fans, Jumat (21/2/2025).
Pastoor menilai FC Twente bermain cukup buruk khususnya pada lini pertahanan. Sebab, Mees Hilgers dan kolega acap kali gagal mengantisipasi serangan Bodo/Glimt sehingga berujung menjadi petaka.
"Dalam bertahan, ada dua atau tiga pemain yang seakan berhenti bergerak. Ini soal eksekusi, dan mereka gagal melakukannya dengan baik. Upaya bertahan mereka juga buruk. Jika melihat pertandingan ini, mereka memang tidak bisa berkata banyak," terangnya.
Pundit sepakbola Belanda lainnya, Jan Van Halst, juga mengkritik pertahanan FC Twente. Menurutnya, para pemain bertahan The Tukkers tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya di pertandingan tersebut.
"Saya benar-benar tidak suka pertahanan zona. Tidak ada yang mau mengambil tanggung jawab. Ini kesalahan ganda. Mereka menggunakan zona marking, tapi semua pemain justru berlari menjauh. Tidak ada yang merasa bertanggung jawab, semuanya hanya saling menyalahkan,” tutur Van Halst.
Ini menjadi kekalahan yang cukup menyakitkan bagi FC Twente, mengingat mereka unggul di leg pertama dengan skor 2-1. Tapi sayangnya keunggulan itu gagal dimanfaatkan dengan baik sehingga mereka harus tersingkir karena kalah dengan skor agregat 4-6.