Ray Sahetapy, Tio Pakusadewo, dan Kisah Skenario Rp20 Juta

Ray Sahetapy, Tio Pakusadewo, dan Kisah Skenario Rp20 Juta

Seleb | okezone | Kamis, 3 April 2025 - 03:21
share

JAKARTA - Tio Pakusadewo memiliki banyak cerita bagus untuk diceritakan tentang Ray Sahetapy. Baginya, almarhum adalah sahabat yang sangat suportif dan tak pernah ‘mempertanyakan’ kesalahannya.

Menurut Tio, almarhum tak sungkan mengulurkan tangan padanya. “Suatu waktu, saya mau nikah dan tak punya uang. Terus tak tawarin skenario yang aku tulis sendiri dan dia beli,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, pada 2 April 2025.

Tio Pakusadewo mengenang persahabatannya dengan almarhum Ray Sahetapy. (Foto: Okezone)

Tanpa banyak tanya, Ray Sahetapy membeli skenario karya Tio Pakusadewo itu seharga Rp20 juta. Uang itu kemudian dia gunakan untuk membeli maskawin dan kebutuhan pesta lainnya.

“Skenario itu kemudian diproduksi almarhum ke format layar lebar lewat rumah produksi miliknya, Putra Film,” ungkap Tio Pakusadewo.

Dari situ, Tio Pakusadewo menyadari, Ray Sahetapy tak sekadar membantunya namun juga percaya pada talentanya. Baginya, almarhum adalah sahabat yang selalu ada dalam setiap musim kehidupannya.

Tio Pakusadewo mengenang persahabatannya dengan almarhum Ray Sahetapy. (Foto: Okezone)

Ketika Tio terjerat kasus narkoba pada 2017, Ray juga menunjukkan dukungannya. “Dia adalah satu-satunya sahabat yang datang saat saya mau dipindahkan dari Polda ke tempat rehab. Saya tak akan lupa itu.”

Semua kenangan manis bersama almarhum itu membuat Tio Pakusadewo tak bisa mengabaikannya. “Dia orang penting bagi saya. Selalu ada setiap saya butuh pertolongan,” tutur sang aktor.

 

Ray Sahetapy mengembuskan napas terakhirnya pada 1 April 2025, pukul 21.04 WIB. Akibat stroke dan penyakit diabetes yang dideritanya sejak 7 tahun silam, kondisi kesehatan sang aktor menurun drastis selama 2 minggu terakhir.

Tio Pakusadewo mengenang persahabatannya dengan almarhum Ray Sahetapy. (Foto: Okezone)

Sang aktor rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada 4 April 2025. Hal itu dilakukan untuk menunggu kepulangan putranya, Surya Sahetapy yang saat ini bermukim di Amerika Serikat.*

Topik Menarik