Berapa Usia Bumi yang Kita Tinggali? Ini Jawaban dan Penjelasannya
JAKARTA – Planet Bumi yang kita tinggali ini sudah tua, dan telah ada jauh sebelum manusia muncul berkembang biak dan memulai peradaban hingga saat sekarang ini. Bahkan, kemunculan manusia saat ini bisa diibartkan terjadi pada detik-detik terakhir dan hanya merupakan bagian sangat kecul dari sejarah planet ini.
Para ilmuwan sepakat bahwa Bumi terbentuk sekira 4,54 miliar tahun yang lalu, sekira 10 juta tahun setelah tata surya terbentuk. Setelah awan gas raksasa runtuh dan membentuk matahari, sebagian awan itu tersisa untuk membentuk planet.
"Saya kerap membayangkan tata surya awal seperti pizza," kata Mark Popinchalk, astronom di Museum Sejarah Alam Amerika dan Universitas New York, sebagaimana dilansir Live Science.
"Jika awan gas tempat bintang terbentuk adalah bola adonan, awalnya mungkin seperti gumpalan, tetapi akan berputar pada awalnya. Bintang akan terbentuk dari 99 'adonan' itu, tetapi sisanya masih berputar seperti itu — dan, jika diberi cukup waktu, akan merata seperti pizza di sekeliling bintang. Dari 1 'adonan' itulah semua planet terbentuk."
Proses Pembentukan Bumi
Namun, Bumi yang masih muda tidak seperti dunia hijau subur yang kita kenal saat ini. Tepat saat terbentuk, bumi masih meleleh akibat benturan yang menciptakannya. Bagian yang lebih berat, seperti besi, tenggelam membentuk inti planet kita, dan unsur yang lebih ringan menggelembung ke permukaan. Akhirnya, hal ini menyebabkan Bumi berlapis-lapis dengan inti, mantel, dan kerak.
Setelah tata surya tenang dan lebih sedikit asteroid yang menghantam Bumi, lautan terbentuk dan kehidupan bermunculan hampir seketika.
"Meskipun manusia tidak dapat bertahan hidup selama sebagian besar sejarah Bumi, kehidupan seluler memiliki rangkaian kehidupan yang tidak terputus selama sekira 3,5 miliar tahun," kata Popinchalk.
Pengukuran Usia Bumi
Penentuan usia Bumi ini didapatkan dari penelitian terhadap batuan kunci, yang dapat memberi informasi tentang umur dari planet kita. Dengan proses yang dikenal sebagai penanggalan radiometrik, para ilmuwan dapat menggunakan jumlah unsur radioaktif yang berbeda untuk menentukan seberapa tua batuan.
Ponsel Gaming AI Infinix Note 50 Series Meluncur di Indonesia, Cek Spesifikasi, dan Harganya
Namun, batuan Bumi bisa jadi sulit, karena "Bumi adalah tempat yang aktif dan sibuk," kata Popinchalk.
"Gunung berapi, pelapukan, dan proses geologi menyebabkan sulit untuk menemukan batuan dari saat Bumi terbentuk."
Di sisi lain, Bulan terbentuk dari tabrakan dengan planet kita saat masih muda, dan tidak memiliki lempeng tektonik yang mengganggu seperti Bumi. Sampel batuan bulan dari era Apollo telah membantu menyempurnakan perkiraan usia planet kita, dan sampel baru dari misi seperti Chang'e 5 menambah pemahaman kita tentang sejarah Bulan.
Untuk planet terdekat seperti Mars, kita dapat mengirim penjelajah untuk mengambil batuan dan menganalisisnya untuk menentukan usianya. Namun, bagaimana kita menentukan usia planet di sekitar bintang lain, yang terlalu jauh untuk kita kunjungi?
"Cara terbaik untuk mempelajari planet di sekitar bintang lain sebenarnya adalah dengan mempelajari bintang itu sendiri," kata Popinchalk.
Popinchalk mengatakan usia bintang bisa diprediksi dengan melihat seberapa cepat perputarannya.
Strategi Ambisius realme dengan Inovasi Interchangeable-lens yang Mengguncang Industri Smartphone
“Bintang muda berputar cepat; bintang tua berputar lambat. Jika saya dapat mengukur laju perputaran bintang yang menghuni planet, saya dapat memperkirakan usia bintang dan menggunakan angka yang sama untuk planet tersebut."
Saat kita menemukan dan mengkarakterisasi dunia baru di luar tata surya kita, kita mempelajari lebih lanjut tentang detail tentang bagaimana planet terbentuk, yang akan membantu kita memahami sejarah planet kita sendiri dengan lebih baik.