Hotman Ungkap Fakta Mengejutkan, Istri Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI Diadang di Jalan

Hotman Ungkap Fakta Mengejutkan, Istri Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI Diadang di Jalan

Nasional | inews | Senin, 24 Maret 2025 - 23:28
share

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengungkap fakta mengejutkan jika istri Kapolsek dan polisi tewas ditembak oknum TNI di Lampung diadang di jalan. Mereka tidak diperbolehkan untuk terbang ke Jakarta bertemu dengan tim pengacara Hotman Paris 911.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Hotman mengatakan jika terjadi pengadangan terhadap istri dari Kapolsek dan polisi yang telah tewas saat menggerebek arena judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan.

"Istri almarhum Kapolsek dan istri salah satu almarhum polisi yang ditembak mati oleh oknum TNI dalam perjalanan ke Jakarta menemui tim pengacara Hotman 911, tapi diadang di jalan. Tidak boleh berangkat ke Jakarta," ujarnya Selasa (25/3/2025) pagi. 

Hotman mengaku, seharusnya Selasa hari ini memiliki jadwal pertemuan dengan istri dari dua polisi yang gugur tersebut.

"Apa motivasi pelarangannya," kata Hotman mempertanyakan tersebut.

"Kenapa harus dilarang dua istri almarhum polisi ini berangkat ke Jakarta. Ada apa sih? Itu hak asasi dia, dihalangi di jalan, rumah juga dijaga oknum aparat," katanya.

Hotman juga mendapat informasi jika oknum TNI yang menembak tiga polisi ini akan segera ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Hotman menyoroti kasus penembakan tiga anggota polisi oleh oknum TNI saat penggerebekan judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Hotman meminta Mabes TNI untuk profesional dan tidak mengalihkan kasus tersebut ke isu lainnya.

Hotman mengatakan pihak keluarga tiga anggota Polri sudah mengadukan permasalahan hukum ini ke dirinya. Hotman mengaku mendapat informasi adanya oknum TNI yang sengaja menunda penetapan tersangka terhadap kedua oknum tersebut dengan alasan setoran judi, padahal menurut dia isu setoran berbeda dengan fokus utama yakni pembunuhan.'

"Ada gosip bahwa katanya ada oknum TNI yang sengaja menunda-nunda penetapan tersangka tersebut dengan mengalihkan ke isu adanya setoran-setoran judi sabung ayam ke oknum Polsek dan ke oknum Koramil, itu kan hal terpisah, itu tidak bisa dipakai sebagai alasan untuk menunda penetapan tersangka," ungkapnya.

Untuk itu, Hotman mendesak agar kedua oknum TNI yang melakukan penembakan dan telah mengakui perbuatan tersebut agar segera dijadikan tersangka.

Sebelumnya, penggerebekan lapak judi sabung ayam yang berujung tewasnya 3 anggota Polri diduga ditembak oleh oknum TNI ternyata berawal dari video undangan di medsos. Dalam video itu, kegiatan sabung ayam itu disebut akan berlangsung dilakukan pada Senin (17/3/2025).

Berdasarkan informasi tersebut, Polres Way Kanan akhirnya mendatangi lokasi hingga terjadi penembakan. Saat itulah, 3 polisi tewas diduga ditembak oleh oknum TNI.

Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika mengatakan video undangan terkait kegiatan sabung ayam beredar luas di media sosial hingga pesan WhatsApp.

Dalam video tersebut, tampak pria yang diduga sebagai Kopka B yang saat ini diamankan di Denpom Lampung mengundang para penggemar sabung ayam.

Topik Menarik