La Liga Spanyol Serius Perangi Rasisme, Pelaku Dijebloskan ke Penjara

La Liga Spanyol Serius Perangi Rasisme, Pelaku Dijebloskan ke Penjara

Olahraga | inews | Senin, 24 Maret 2025 - 07:13
share

JAKARTA, iNews.id – La Liga Spanyol semakin serius memerangi rasisme di dunia sepak bola. Pelakunya bakal dijebloskan ke penjara. 

Kampanye LALIGA VS RACISM sudah memasuki edisi keempat, untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial pada 21 Maret. Kampanye ini juga bermaksud untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan rasisme di sepak bola dan kehidupan sehari-hari baik di dalam dan di luar lapangan. 

Kampanye ini terasa hingga Indonesia dengan kegiatan Fun Football yang diikuti oleh 30 jurnalis dari berbagai media pada Rabu (19/3/2025) malam di Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan media, agama, dan status tidak memengaruhi persahabatan. Selaras dengan visi LALIGA yang mengedepankan inklusi dan keberagaman. 

Almudena Gómez, Delegasi LALIGA di Indonesia. (Foto: LALIGA)

Para pemain menggunakan bola pertandingan resmi PUMA Orbit, yang dirilis sebagai edisi khusus untuk kampanye LALIGA VS RACISM. Acara ini dihadiri oleh Almudena Gómez, Delegasi LALIGA di Indonesia, yang turut menegaskan komitmen LALIGA dalam mempromosikan keberagaman melalui kampanye ini.

“LALIGA, bersama dengan EA SPORTS, memiliki komitmen yang kuat untuk memerangi rasisme. Kami tidak hanya melakukan kampanye ini selama empat tahun berturut-turut, tetapi kami juga memiliki strategi hukum dan keamanan yang intensif untuk mengakhiri masalah ini. Di LALIGA, kami tidak menoleransi rasisme dan tujuan kami adalah memberantas semua jenis kekerasan di dalam dan di luar stadion,” ujar Almudena Gómez, delegasi LALIGA di Indonesia. 

Sejak musim 2015-2016 LALIGA telah melaporkan semua kekerasan dan pelecehan yang terjadi di dalam dan di luar stadion kepada Komisi Negara Anti kekerasan, rasisme, Xenofobia dan Intoleransi dalam Olahraga, dan juga kepada Komite Kompetisi RFEF. Beberapa hal yang dapat disoroti: 

Pada Juni 2024, tiga pelaku pelecehan rasial terhadap winger Real Madrid Vinicius Junior dalam pertandingan melawan Valencia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara, larangan stadion dua tahun, dan denda hukum, menjadi hukuman pertama di Spanyol terkait pelecehan rasial dalam sepak bola.

Pada September 2024, pelaku penghinaan rasial terhadap Vinicius dan Samuel Chukwueze dijatuhi hukuman enam bulan penjara per pelanggaran dan larangan stadion selama 18 bulan. 

Pada 25 Februari 2025, seorang penggemar yang melecehkan Carlos Akapo di pertandingan Granada CF vs Cadiz CF pada Februari 2022 dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan larangan stadion 14 bulan.

Beberapa kasus yang terjadi ini telah menjadi sebuah preseden hukum mengenai konsekuensi pidana atas perilaku rasis. Kampanye VS Racism kali ini melanjutkan inisiatif-inisiatif sebelumnya, seperti Unity VS Racism, Together VS Racism, dan #1voiceVSRACISM, yang terus memperkuat komitmen untuk memerangi rasisme di sepak bola dan kehidupan sehari-hari.

Pada edisi keempat ini, LALIGA juga bekerja sama dengan EA Sports FC dan seniman urban SUSO33. Melalui karya seninya yang bertajuk 'Melting Pot of Cultures' dia menunjukkan bagaimana sepak bola dan seni urban menjadi bahasa universal yang bisa mendorong dialog serta rasa hormat di antara budaya yang berbeda.

Topik Menarik