Driver Ojol Diberi Cek Kesehatan Gratis, Menkes: Kalau Sehat Bisa Cari Nafkah 

Driver Ojol Diberi Cek Kesehatan Gratis, Menkes: Kalau Sehat Bisa Cari Nafkah 

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 21 Maret 2025 - 10:27
share

JAKARTA, iNews.id - Driver ojol atau ojek online menjadi sasaran baru program Cek Kesehatan Gratis. Ini dilakukan agar cakupan program bisa semakin luas dan menjangkau semua masyarakat secara lebih mudah. 

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Cek Kesehatan Gratis untuk ojol ini penting, karena menjaga kesehatan para mitra pengemudi sehingga mereka dapat terus bekerja dan menafkahi keluarga dengan lancar.

"Pengemudi Grab ini tumpuan hidup keluarganya. Kalau mereka sakit tidak dapat pendapatan. Jadi, kalau bisa mereka sehat terus sehingga bisa terus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya," ujar Menkes di Grab Excellence Center, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Menurutnya, inisiatif Grab dalam menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi mitra pengemudi adalah langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. 

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi seperti tekanan darah tinggi atau kadar gula yang meningkat, pengemudi dapat segera mendapatkan tindak lanjut pengobatan di Puskesmas. 

"Tugas kita adalah mencegah agar tetap sehat dan tidak sampai sakit," ungkap Menkes Budi.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan oleh Kementerian Kesehatan. 

Salah seorang mitra pengendara atau driver ojek online mencoba layanan Cek Kesehatan Gratis. (Foto: Istimewa)

Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, jumlah peserta CKG telah mencapai lebih dari 1 juta orang. 

"Per harinya (jumlah pendaftar) naik terus. Kemarin saya melihat tembus 90 ribuan per hari. Diharapkan bisa naik terus," ungkap Menkes Budi.

Lebih lanjut, dia menargetkan jumlah pendaftar bisa mencapai lebih dari 50 juta orang tahun ini. Jika tercapai, target 280 juta masyarakat Indonesia menjalani cek kesehatan akan semakin mudah direalisasikan. 

"Kami tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa, termasuk Grab," tambahnya.

Juru Bicara Presiden dari Kantor Komunikasi Presiden, Adita Irawati, menyatakan, program CKG merupakan bagian dari PHTC yang berfokus pada upaya pencegahan melalui deteksi dini.

"Kami apresiasi yang dilakukan oleh Kemenkes sebagai leading sector dan didukung oleh Kementerian lain. Pendekatan baru jemput bola bersama komunitas ini kami harapkan bisa menuju target yang sudah ditetapkan dan tentunya bisa sampai seluruh pelosok Indonesia," kata Adita Irawati. 

Sementara itu, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan pihaknya akan terus mendukung program pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan CKG di berbagai wilayah Indonesia.

"Grab selalu menjadi pionir dalam kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, mulai dari Grab Vaccine Center pada 2021 hingga kini melalui program Cek Kesehatan Gratis. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk selalu berjuang di garis terdepan demi mendukung Mitra Pengemudi dengan menghadirkan program yang bermanfaat," kata Neneng.

Neneng juga menekankan bahwa CKG merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan industri dapat saling melengkapi dan mengatasi keterbatasan. 

Dalam program ini, Grab menyediakan fasilitas dan menjangkau peserta, sementara Kementerian Kesehatan menghadirkan tenaga medis dan keahliannya untuk memastikan layanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai standar nasional.

"Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar mitra pengemudi, yang menjadi tulang punggung ekosistem kami, mendapatkan manfaat dan peluang yang lebih baik," tuturnya.

Topik Menarik