Siapa Sheikh Mohammed bin Zayed? Presiden UEA yang Dijadikan Nama Jalan Tol di Indonesia
Sheikh Mohammed bin Zayed yang saat ini telah resmi jadi pemimpin Uni Emirat Arab (UEA), namanya telah dijadikan salah satu jalan tol di Indonesia. Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated atau Tol Layang Jakarta-Cikampek telah resmi berganti nama jadi tol MBZ.
Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) diresmikan pada 12 April 2021. Peresmian ini dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Pergantian nama ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada UEA lantaran telah menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia selama 45 tahun di bidang sosial, budaya, dan ekonomi.
Pembangunan tol sendiri dimulai pada tahun 2017 dan diresmikan pada 17 Desember 2019. Jalan tersebut dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk.
Sosok Sheikh Mohammed bin Zayed
Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang akrab disapa MbZ, adalah Presiden ketiga Uni Emirat Arab (UEA) SEJAK 2022. Ia lahir pada 11 Maret 1961 di Al Ain, UEA, sebagai putra ketiga dari Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri dan Presiden pertama UEA, dan Sheikha Fatima bint Mubarak Al Ketbi.Masa kecil Mohamed dihabiskan di Al Ain dan Abu Dhabi, di mana ia menempuh pendidikan dasar dan menengah. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di Royal Military Academy Sandhurst di Inggris, lulus pada tahun 1979. Di Sandhurst, ia menjalani pelatihan dalam bidang zeni, penerbangan, taktik, dan parasut.
Setelah kembali ke UEA, Mohamed memulai karier militernya, memegang berbagai posisi penting seperti perwira di Pengawal Amiri, pilot Angkatan Udara, dan Panglima Angkatan Udara UEA. Pengalaman militernya yang luas membantunya dalam membangun dan memodernisasi angkatan bersenjata UEA.
Pada Januari 2014, ketika kakaknya, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA saat itu, mengalami stroke, Mohamed mengambil peran sebagai penguasa de facto Abu Dhabi, mengendalikan hampir setiap aspek politik UEA.
Ia dipercayakan dengan sebagian besar pengambilan keputusan harian emirat sebagai Putra Mahkota. Pada 14 Mei 2022, setelah wafatnya Sheikh Khalifa, Mohamed secara resmi diangkat sebagai Presiden UEA dan penguasa Abu Dhabi.
Profil Russian Volunteer Corps (RVC), Tentara Imigran Rusia di Ukraina yang Melawan Vladimir Putin
Dalam kebijakan luar negeri, Mohamed dikenal aktif memperkuat hubungan UEA dengan berbagai negara. Ia memainkan peran penting dalam menjalin hubungan diplomatik antara UEA dan Israel melalui Abraham Accords pada tahun 2020. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif diplomatik di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Di bidang ekonomi, Mohamed mendorong diversifikasi ekonomi UEA dari ketergantungan pada minyak dan gas. Ia mendukung pengembangan sektor-sektor seperti pariwisata, teknologi, dan energi terbarukan, serta mempromosikan UEA sebagai pusat bisnis dan investasi global.
Mohamed juga dikenal karena komitmennya terhadap pendidikan dan penelitian. Ia mendukung pendirian berbagai institusi pendidikan dan penelitian di UEA, termasuk Universitas New York Abu Dhabi dan Masdar Institute of Science and Technology.
Dalam kehidupan pribadi, Mohamed menikah dengan Sheikha Salama bint Hamdan Al Nahyan pada tahun 1981. Mereka dikaruniai sembilan anak, terdiri dari empat putra dan lima putri. Putra sulungnya, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, diangkat sebagai Putra Mahkota Abu Dhabi pada 29 Maret 2023.
5 Kartel Narkoba Meksiko Paling Brutal
Sebagai pemimpin, Mohamed dikenal karena pendekatannya yang pragmatis dan visioner. Ia berupaya menjaga stabilitas dan keamanan UEA, serta mempromosikan toleransi dan koeksistensi antaragama di negara tersebut.
Namun, kepemimpinannya juga menghadapi kritik, terutama terkait keterlibatan UEA dalam konflik regional seperti di Yaman dan Libya. Beberapa organisasi hak asasi manusia menyoroti peran UEA dalam konflik tersebut dan dampaknya terhadap situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Meskipun demikian, Mohamed tetap menjadi tokoh sentral dalam politik dan pemerintahan UEA, dengan pengaruh yang signifikan baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Visinya untuk masa depan UEA mencakup modernisasi, diversifikasi ekonomi, dan peningkatan peran negara tersebut di panggung global.
Di bawah kepemimpinannya, UEA terus berkembang sebagai salah satu negara paling maju di Timur Tengah, dengan fokus pada inovasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Mohamed bin Zayed Al Nahyan tetap menjadi simbol kepemimpinan yang berorientasi pada masa depan bagi UEA dan kawasan sekitarnya.