Tidak Bisa Bedakan Pisang Goreng Nugget dengan Biasa, Oky hingga Yosa Gagal Rebut Apron Putih MCI Season 12
MasterChef Indonesia Season 12 yang tayang hari ini, Minggu (30/3/2025), kembali diwarnai dengan momen menegangkan saat black team harus kembali melakukan salah satu challenge.
Seperti diketahui, kemarin, 3 peserta black team, yakni Tiara, Tintin dan Calista harus kembali tereliminasi usai gagal dalam Sidat Challenge di mana mereka gagal dalam membuat hidangan dari bahan utama Ikan Sidat.
Ketiganya auto gagal meraih apron putih dari White Team. Nah, hari ini, peserta Black Team yang tersisa harus kembali menjalani tantangan demi bisa meraih apron putih lagi.
Kali ini mereka harus melakukan challenge
yang mengharuskan mereka mengolah berbagai jenis pisang menjadi hidangan kreatif.
Salah satu tantangan tersebut adalah membuat pisang nugget. Namun, beberapa peserta mengalami kesulitan dalam membedakan antara pisang nugget dan pisang goreng biasa.
Pisang nugget biasanya dibuat dengan melapisi potongan pisang dengan adonan tepung roti atau cornflakes sebelum digoreng, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih renyah dibandingkan pisang goreng tradisional. Perbedaan ini menjadi penilaian penting dalam kompetisi tersebut.
Selain itu, dalam tantangan lain, seorang peserta membuat kolak pisang dengan tekstur pisang yang terlalu lembek, yang dianggap kurang ideal oleh para juri.
Hal ini menekankan pentingnya pemilihan jenis pisang yang tepat dan teknik memasak yang sesuai untuk menghasilkan hidangan dengan kualitas terbaik.
Kompas
Tantangan-tantangan ini menunjukkan bahwa meskipun pisang adalah bahan yang umum digunakan, mengolahnya dengan cara yang inovatif dan sesuai standar kuliner memerlukan pemahaman mendalam serta keterampilan memasak yang baik.
Namun, sayangnya, ada beberapa peserta dari Black Team yang harus kembali teriliminasi gegara gagal dalam challenge pisang ini. Mereka adalah Oky, Oji dan Yosa. Harapan ketiganya untuk mendapatkan apron putih harus pupus.
Sebagai informasi, di episode sebelumnya terjadi momen menegangkan saat Black Team, yang terdiri dari 12 kontestan yang sebelumnya tereliminasi, diberikan kesempatan untuk merebut kembali apron putih dan kembali ke galeri MasterChef.
Tantangan ini berupa Offsite Challenge di mana Black Team berhadapan langsung dengan White Team, yang terdiri dari kontestan yang masih bertahan.
Kedua tim ditugaskan untuk menyiapkan hidangan prasmanan bagi 60 tamu spesial, termasuk alumni MasterChef Indonesia dan mahasiswa jurusan kuliner. Penilaian dilakukan melalui voting oleh para tamu tersebut.
Di bawah kepemimpinan Inez San Dewi, Black Team berhasil meraih kemenangan dengan memperoleh 47 dari 60 suara, mengungguli White Team yang hanya mendapatkan 13 suara.
Kemenangan ini membuka peluang bagi anggota Black Team untuk kembali mengenakan apron putih dan melanjutkan kompetisi di galeri MasterChef.
Sementara itu, kekalahan White Team mengharuskan enam anggotanya menghadapi tantangan tambahan, dikenal sebagai "spike", untuk mempertahankan posisi mereka dalam kompetisi.