Putri Diana Kecewa dengan Sikap Dingin Raja Charles III, Awal dari Kehancuran Pernikahan

Putri Diana Kecewa dengan Sikap Dingin Raja Charles III, Awal dari Kehancuran Pernikahan

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 27 Februari 2025 - 22:00
share

Pernikahan Raja Charles III dan Putri Diana awalnya dianggap sebagai kisah cinta dongeng yang memikat dunia. Namun, di balik kemegahannya, hubungan mereka penuh dengan ketidakcocokan, ekspektasi yang tak terpenuhi, dan perasaan tersakiti.

Pada 29 Juli 1981,Putri Diana yang berusia 20 tahun melangkah menuju altar di Katedral St. Paul untuk menikahi Raja Charles III, yang saat itu berusia 32 tahun. Pernikahan mewah itu disaksikan 3.500 tamu undangan dan ditonton oleh lebih dari 750 juta orang di seluruh dunia, menjadikannya sebagai salah satu acara paling bersejarah dalam dunia kerajaan.

Namun, meski pernikahan Diana dan Charles terlihat sempurna, tanda-tanda ketegangan sudah mulai tampak sejak pertunangan mereka diumumkan. Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika seorang reporter bertanya apakah mereka saling mencintai.

“Tentu saja,” jawab Diana dengan yakin dilansir dari The News, Jumat (28/2/2025).

Foto/Getty Images

Namun, jawaban Charles yang dingin dan ambigu membuat banyak orang bertanya-tanya tentang hubungan mereka. “Apa pun arti cinta,” ucap Charles dengan nada yang jauh dari romantis.

Ucapan itu membuat Diana tampak gelisah saat itu. Tetapi baru bertahun-tahun kemudian publik memahami bahwa kalimat tersebut mencerminkan hubungan yang penuh jarak emosional antara mereka.

Meskipun Diana segera menjadi sosok yang dicintai rakyat Inggris, kehidupan pribadinya jauh dari bahagia. Ia menginginkan seorang suami yang penuh kasih sayang dan setia, sementara Charles lebih banyak menghabiskan waktunya dengan orang-orang yang memiliki minat serupa dengannya, termasuk Camilla Parker Bowles.

Diana dikenal sebagai sosok yang ekspresif dan penuh emosi, sementara Charles cenderung kaku dan lebih mengutamakan persahabatan serta kesamaan minat dibandingkan gairah dalam pernikahan. Perbedaan inilah yang semakin menjauhkan mereka.

Diana juga merasa tersinggung dengan sikap Charles yang sering kali lebih hangat kepada Camilla dibandingkan dirinya. Meskipun sudah menikah, Charles tetap menjaga hubungan dekat dengan Camilla, yang kemudian ia sebut sebagai “batu ujian” dan “papan suara” dalam hidupnya.

Ketegangan dalam hubungan mereka semakin terlihat di hadapan publik. Diana sendiri pernah mengungkapkan dalam wawancara terkenal bersama BBC Panorama bahwa pernikahannya terasa sesak karena kehadiran orang ketiga.

“Ada tiga orang dalam pernikahan ini, jadi agak sesak,” ungkap Diana dengan jujur, mengacu pada hubungan Charles dengan Camilla.

Seiring waktu, hubungan mereka semakin memburuk, dan keduanya akhirnya memutuskan untuk berpisah pada 1992. Empat tahun kemudian, pada 1996, perceraian mereka resmi disahkan. Setelah perceraian mereka, Diana tetap menjadi sosok yang dicintai masyarakat hingga akhirnya meninggal dalam kecelakaan tragis pada 1997. Sementara itu, Charles melanjutkan hubungannya dengan Camilla dan menikahinya pada 2005.

Topik Menarik