5 Persiapan Menyambut Ramadhan Sesuai Sunnah, Nomor 2 Paling Dianjurkan

5 Persiapan Menyambut Ramadhan Sesuai Sunnah, Nomor 2 Paling Dianjurkan

Gaya Hidup | inews | Senin, 24 Februari 2025 - 23:00
share

JAKARTA, iNews.id - Persiapan menyambut Ramadhan sesuai sunnah merupakan hal yang penting dilakukan setiap umat Islam. Bulan Ramadhan 2025 sesuai kalender hijriah jatuh tanggal 1 Maret 2025. Namun, kepastian awal Ramadhan ini masih harus menunggu sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama, Jumat (28/2/2025).

Bulan Syaban kini sudah memasuki fase akhir, artinya tidak lama lagi umat Islam akan kedatangan tamu sangat istimewa yakni Bulan Ramadhan.

Di pengujung akhir Bulan Syaban, Muslim dianjurkan untuk melakukan berbagai persiapan menyambut Bulan Ramadhan, terutama mental dan fisik agar bisa menjalankan ibadah puasa, qiyamul lail, tadarus Alquran selama sebulan penuh dengan penuh keikhlasan dan keimanan. 

Sebagai wujud kesungguhan menyambut Bulan Ramadhan dan sebagai bukti keseriusan kita dalam memuliakannya, tentunya umat Islam harus mempersiapkan segala sesuatunya, jauh-jauh hari sebelum kedatangannya.

Persiapan menyambut bulan Ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah seperti membaca Al-Quran, berdzikir, beristighfar, shalat duha, shalat tahajjud dan witir, serta bersedekah. Untuk mampu melakukan hal itu semua dengan ringan dan istiqomah, kita perlu banyak berlatih.

Di sinilah bulan Rajab dan Sya’ban menempati posisi yang sangat urgen sebagai waktu yang tepat untuk berlatih, membiasakan diri beramal sunnah dengan berkelanjutan. Dengan latihan tersebut, di bulan Ramadhan kita akan terbiasa dan merasa ringan untuk mengerjakannya, sehingga tanaman iman dan amal shalih akan membuahkan takwa yang sebenarnya.

Seorang ulama yang bernama Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi berkata:

شَهْرُ رَجَبَ شَهْرٌ لِلزَّرْعِ وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ لِلزَّرْعِ وَرَمَضَانُ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ

“Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman.”

5 Persiapan Menyambut Ramadhan Sesuai Sunnah

1. Sucikan Hati dan Penuh Kegembiraan

Bulan Ramadhan merupakan ladang pahala dan bulan mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT. Karenanya, sudah selayaknya Muslim menyambut kedatangan bulan suci yang penuh keberkahan dan ampunan dengan gembira dan suka cita. 

Suka cita menyambut Ramadhan juga merupakan salah satu tanda keimanan. Ibarat tamu, Ramadhan senantiasa dinanti. Dalam hadits Nabi SAW disebutkan:

“Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikit pun oleh api neraka.” (HR. an-Nasa’i)

يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ

Artinya: Wahai orang-orang yang menghendaki kebajikan, bergembiralah dan wahai orang-orang yang menghendaki keburukan tahanlah dirimu”. (Hadis Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2080 dan Ahmad: 18042, dengan redaksi hadis dari al-Nasa’i).

2. Bekali dengan Ilmu

Persiapan menyambut ramadhan sesuai sunnah berikutnya yakni menyiapkan diri dari sisi keilmuan, yaitu dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. 

Banyak orang yang berpuasa, tapi tidak menghasilkan apa-apa selain lapar dan dahaga. Hal ini disebabkan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (H.R. Al-Hakim).

3. Rutin Membaca Al Quran

Persiapan menyambut Ramadhan sesuai sunnah selanjutnya yakni membiasakan diri membaca Al Quran. Ramadhan adalah syahrul quran, bulan diturunkannya Al Quran. Allah ta’ala berfirman:

شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”(Q.S. Al-Baqarah: 185)

Agar di bulan Ramadhan kita bisa memaksimalkan interaksi dengan Al-Quran, mari kita tingkatkan kemesraan kita dengan Al-Quran sejak sekarang.

4. Perbanyak Doa

Bulan Ramadhan adalah bulan kita bermunajat kepada Allah. Maka marilah kita perbanyak doa kepada Allah, dalam berbagai kesempatan. Sehingga saat Ramadhan tiba, waktu-waktu istimewa yang mustajab, tidak kita lewatkan begitu saja tanpa munajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk memohon dan mengadukan segalanya kepada Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman pada ayat selanjutnya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

5. Persiapan Materi untuk Sedekah

Persiapan menyambut ramadhan sesuai sunnah berikutnya menyiapkan materi. Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). 

Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air. 

Sedekah di Bulan Ramadhan merupakan amalan utama. Karena itu, manfaatkan momentum Bulan Ramadhan untuk banyak bersedekah.

Dari Anas bin Malik ra yang diriwayatkan secara marfu', "Sedekah yang paling afdhal adalah yang diberikan di bulan Ramadhan." (HR Tirmizy)

Sedekah di bulan suci ini pahalanya dilipatgandakan. Hal ini sebagaiman disebutkan dalam hadits berikut:

مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخُصْلَةٍ مِنَ الخَيْرِ كَانَ كَمْنَ أَدَّى فَرِيضَةً فِيما سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ

Artinya: Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan satu kebaikan di bulan ramadhan maka pahalanya sama dengan pahala melakukan perbuatan yang fardhu (wajib) di selain bulan ramadhan. Dan barangsiapa melakukaan satu perbuatan wajib di bulan Ramadhan maka pahalanya sama dengan melakukan 70 perbuatan wajib di selain bulan Ramadhan.

Itulah ulasan 5 persiapan menyambut Ramadhan sesuai sunnah yang mesti dipersiapkan umat islam sejak awal menyambut bulan suci yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.

Wallahu A'lam

Topik Menarik