Intip Jembatan Air Talang Usia 100 Tahun Peninggalan Belanda di Malang, Berlatar Pegunungan

Intip Jembatan Air Talang Usia 100 Tahun Peninggalan Belanda di Malang, Berlatar Pegunungan

Gaya Hidup | BuddyKu | Rabu, 3 Mei 2023 - 04:33
share

JAKARTA, iNews.id - Pemandangan Jembatan Air Talang usia 100 tahun di Malang membuat wisatawan penasaran. Perlu diketahui, Indonesia dan Belanda, memiliki sejarah masa lalu yang cukup panjang dan kuat.

Ada banyak sisa-sisa pembangunan pada masa kolonial Belanda yang masih berdiri dengan kondisi baik hingga kini. Salah satu yang belakangan ini viral adalah Jembatan Air Talang atau yang dikenal dengan nama situs Talang Abang.

Jembatan ini adalah salah satu contoh peninggalan Belanda yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Jembatan saluran air ini terletak di Desa Sumbergedang, Tanah Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.

Namun sayang, keberadaan bangunan bersejarah ini tak banyak diketahui orang karena tertutup dengan rimbunnya pepohonan yang hijau. Selain itu, jembatan ini menghubungkan antara dua Desa Bululawang dan Desa Krebet Senggrong.

Keunikan dari jembatan ini adalah sudah berusia sekitar 100 tahun tapi masih berdiri megah. Jika umumnya jembatan digunakan sebagai jalur manusia, jembatan tua ini digunakan sebagai jalur air melalui lembah.

Penasaran seperti apa penampakan jembatan air talang berumur 100 tahun ini? Berikut ulasannya dirangkum pada Rabu (3/4/2023).

Jembatan Air Talang Berumur 100 Tahun

Jembatan Air Talang ini memiliki pemandangan alam menakjubkan dengan latarbelakang Gunung Penanggulangan. Jembatan kuno ini seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia. Usianya sudah 100 tahun tapi masih berdiri kokoh. Fungsi Jembatan Talang pada mulanya adalah mengalihkan air irigasi melalui lembah atau sungai Mantenimiento.

Penduduk setempat menyebutnya selokan. Oleh karena itu nama jembatan tersebut akhirnya terkenal sebagai Jembatan Talang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1904 atau 1950 setelah Jembatan Kepanjen Talang atau dalam bahasa Belanda (Waterbrug te Kepanjen bij Malang). Pembangunan Jembatan Talang adalah bagian dari proyek pengembangan Kawasan Irigasi Kedungkandang.

Daerah Irigasi Kedungkandang Kota dan Kabupaten Malang memiliki standar luas sawah 5.183 hektare dan suplai air dari Bendungan Kedungkandang Desa Polehan, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dan Kalimeri Suplesi Bendungan Tangkil, Kabupaten Bululawang.

Pada zaman tersebut hingga kini masyarakat setempat memanfaatkan bersihnya air untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan membersihkan. Tak sedikit anak-anak sekolah yang kerap mandi di sana, terutama saat cuaca cukup terik.

Jembatan Tidak Dibangun Menggunakan Semen

Meskipun sudah lebih dari 100 tahun, tapi tahukah Anda jika Jembatan Air Talang ini tidak dibangun menggunakan semen, melainkan menggunakan kapur gamping batu bata serta lem dari getah pohon. Jika penasaran untuk mengunjungi tempat ini, perlu berhati-hati karena arus sungai yang lumayan deras, serta jalanan yang terjal dan curam.

Jembatan ini memang untuk penyeberangan air, tapi manusia juga bisa menggunakan jembatan ini. Di sisi jembatan, ada ruang bagi manusia untuk berjalan di tepinya. Warga sekitar biasanya menggunakan ruang ini untuk melewati Desa Bululawang dan Desa Senggrong.

Itulah keunikan Jembatan Air Talang usia 100 tahun di Malang.

Topik Menarik