Satu Tahun Beroperasi Tak Juga Diberi Izin, Para Pekerja Bimbel di BCC Kota Bogor Datangi Ketua RT
BOGOR, iNewsBogor.id - Para pekerja bimbingan belajar (bimbel) di Perumahan Bukit Cimanggu City mendatangi rumah Ketua RT setempat, Jumat (21/3) lalu. Sebagai bentuk protes mereka juga membawa atribut poster bertuliskan permohonan agar bimbel mereka diberikan ijin untuk beroperasi, karena Ketua RT tak kunjung mengeluarkan izin hingga saat ini.
Padahal, bimbel sejak resmi berdiri dan beroperasi hampir setahun diakui peran dan keberadaannya ditengah masyarakat bahkan peserta didiknya banyak berasal dari dan luar daerah Perumahan Bukit Cimanggu City.
Salah seorang peserta bimbel, Aldino mengakui keberadaan bimbel sangat membantunya, selain lokasinya di dekat rumah sehingga dia tidak perlu jauh jauh meninggalkan rumah demi membantu orang tua.
Profil pekerja bimbel di Bukit Cimanggu City, Kota Bogor saat menggelar aksi keprihatinan di depan rumah Ketua RT. (Foto : iNewsBogor.id/Wildan)
“Iya merasa nyaman, dan terbantu dengan adanya bimbel tersebut, selain tidak jauh dari rumah, juga bisa membantu orang tua, karena tidak menyita waktu. Saya cukup terbantu adanya bimbel ini, karena jarak antar rumah saya dan bimbel ini tidak terlalu jauh,” ujar Aldino, saat ditemui wartawan Senin, (24/03/2025).
Tidak hanya siswa, salah satu oorang tua siswa yang akrab dipanggil Mama Aura, pun mengaku cukup terbantu, selain aman siswa bisa terpantau perkembanagan pedidikannya. “Saya cukup terbantu adanya bimbel dekat dekat sini, karena bisa terjangkau dan anak anak juga bisa kita kontrol, " ujar Mama Aura.
Sementara itu, pengelola bimbel, Zaenal Mutaqin mengatakan sejak satu tahun lalu berdiri dan beroprasi, pihaknya sudah beraudiensi dengan pihak Ketua RT setempat, namun entah kenapa hingga kini tak mengizinkan. Ketua RT berdalih lokasinya kerap membuat kemacetan. Akibat sikap Ketua RT tersebut, proses perizinan yang tengah brperoses di Dinas Pendidikn Kota Bogor terganjal.
“Bimbel yang saya kelola ini berdiri sejak tahun lalu, kami sudah bertemu dengan ketua RT , bahkan untuk membuka bimbel ini kami harus ijin ke berbagai pihak, akan tetapi RT mengganjal dari dinas hanya karena beralasan kerap membuat kemacetan," ujar Zaenal Mutaqin saat ditemui media, Senin (24/3/2025).
Pekerja bimbel acungkan poster sebagai bentuk protes pada Ketua RT yang tak kunjung memberi izin. (Foto : iNewsBogor.id/Wildan)
Zaenal menyesalkan sikap Ketua RT yang tak mengizinkan keberadaan bimble, padahal sudah memiliki banyak peserta didik yang antusias dan bersemangat mengikuti pembelajaran.
“Bimbel ini sudah memiliki banyak anak didik, entah kenapa ketua RT tidak memberi rekomendasi untuk ijin , kita hormati sebagai ketua RT yang pemangku kebijakan di lingkungan, tapi sampai dengan saat ini, mediasi kami dengan RT tak kunjung (membuahkan hasil-red) juga,” pungkasnya.
Kepada media, warga setemoat mengaku jika Ketua RT tersebut memang dikenal sosok yang kukuh tidak bisa komunikasi, bahkan pedagang ta'jil (makanan berbuka-red) juga pernah dilarang berjualan.
"Saya pernah pak di larang berjualan , padahal posisi saya ada di dalam rumah , dan pemilik rumah juga mengijinkan, " ujar pria yang enggan di sebut namanya pada media.
Pengelola bimbel juga warga peserta didik berharap Ketua RT memiliki empati membuka diri untuk mengizinkan keberadaan bimbel guna memberi peluang pembelajaran demi kepentingan masyarakat dari dan luar Perumahan Bukit Cimanggu City .