Bos Shell Sebut BBM RON 90 Tak Bisa Naik Jadi RON 92

Bos Shell Sebut BBM RON 90 Tak Bisa Naik Jadi RON 92

Berita Utama | okezone | Minggu, 2 Maret 2025 - 08:53
share

JAKARTA - Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Ingrid Siburian menjelaskan penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengubah nilai Research Octane Number (RON) dari BBM tersebut. 

1. Zat Aditif pada BBM

Penegasan ini disampaikan Ingrid saat menjawab pertanyaan dari Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi terkait isu pencampuran RON BBM yang beredar di masyarakat. 

"Kalau dari Shell oktan-nya tetap pak," jawab Ingrid. 

"Kalau dari proses kami tidak akan mengubah RON, itu kalau dari Shell," imbuhnya.

2. Impor BBM Shell 

Shell mengimpor BBM dasar (base fuel) dengan nilai RON yang sesuai pesanan, dan kemudian menambahkan zat aditif di terminal mereka.

"Jadi produk yang dibawa memang base fuel pak, jadi misalnya kita katakan RON 92 itu memang RON 92 base fuel. Nah itu kemudian kami tambahkan aditif di terminal kami," jelasnya.

3. Zat Aditif Tidak Naikkan RON BBM

Ketika ditanya lebih lanjut apakah mungkin nilai RON bisa naik dengan penambahan zat aditif, misalnya dari RON 90 menjadi RON 92, Ingrid menegaskan zat aditif hanya berfungsi untuk menambahkan nilai tambah, bukan mengubah nilai RON.

"Zat aditif tersebut adalah untuk menambahkan value pak, jadi kan mungkin setiap badan usaha memiliki value keunggulan masing-masing. Jadi itulah tujuan dari zat aditif tersebut pak," ujarnya.

"Kalau menurut sepengetahuan saya pak, seperti tadi saya sampaikan, zat aditif itu adalah untuk menambahkan value bukan untuk mengubah (RON)," tegas Ingrid. 

"Kalau dari Shell tidak bisa pak, saya mungkin tidak bisa berbicara untuk badan usaha lain," tambahnya.

 
 

4. Isu BBM Oplosan Meresahkan

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi mengatakan bahwa isu RON oplosan perlu diluruskan agar masyarakat tidak resah.

"Isu yang terkini adalah terkait isu RON oplosan. Maka itu sebenarnya yang ingin kita diskusikan bersama, apakah dimungkinkan? Maka itu kita juga ingin memastikan agar publik tidak galau, ada kepastian, bagaimana skema baik dari swasta maupun Pertamina. Kita ingin ada suatu kepastian skema terkait pembuatan RON itu," ungkapnya.

Bambang juga berencana mengundang industri otomotif untuk mendapatkan penjelasan terkait potensi masalah kendaraan akibat penggunaan BBM dengan RON yang tidak sesuai.

"Kalau seandainya RON itu bisa dipalsukan saya sih meyakini banyak kendaraan-kendaraan bermasalah, makanya mungkin dalam waktu tidak akan lama kita akan undang industri mobil, Gaikindo atau Astra, kita ingin mendapat penjelasan apakah selama ini ada kendala-kendala di kendaraan tersebut adanya korosi atau sejenisnya sehingga tidak terjadi isu liar di masyarakat," jelasnya.

Topik Menarik