Wisata Gunung Bromo Ditutup mulai 28 Maret hingga 1 April 2025, Ini Alasannya
MALANG, iNews.id - Wisata Gunung Bromo ditutup menjelang Ramadhan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri. Penutupan ini terkait adanya kegiatan Hari Raya Nyepi yang diperingati umat Hindu di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha (Rudi) mengatakan, penutupan wisata Gunung Bromo diputuskan melalui surat pemberitahuan yang dikeluarkan Nomor: PG.6/T.8/TU/KSA.5.2/B/02/2025, pada Senin 24 Februari 2025.
"Kegiatan kunjungan wisata di seluruh Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup secara total mulai Jumat tanggal 28 Maret 2025 pukul 00.01 WIB sampai dengan Selasa tanggal 1 April 2025 pukul 23.59 WIB," ujar Rudi saat dikonfirmasi pada Selasa (25/2/2025) pagi.
Dia mengungkapkan kegiatan wisata di Gunung Bromo akan dibuka kembali pada 2 April 2025 pukul 00.01 WIB. Dia mengimbau agar pelaku wisata, pengunjung, hingga masyarakat memperhatikan serta menghormati hal tersebut.
"Kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata dan pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Sebagai informasi, kawasan Gunung Bromo termasuk ke dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang dikelola Balai Besar TNBTS di bawah Kementerian LHK. Kawasan ini berada di empat daerah, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
TNBTS sepanjang 2024 menyumbangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau pendapatan sebesar Rp22 miliar, dari target awal Rp14 miliar. Sementara untuk pada 2023 terealisasi sebesar Rp14,82 miliar, darı aktivitas wisata dan lain-lain. Jumlah ini naik darı PNBP 2022 sebanyak Rp 11,65 miliar, dan Rp4,85 miliar pada 2021.