Entas-entas, Ritual Penuh Mistis untuk Menyempurnakan Arwah dari Suku Tengger

Entas-entas, Ritual Penuh Mistis untuk Menyempurnakan Arwah dari Suku Tengger

Travel | BuddyKu | Senin, 24 Oktober 2022 - 02:32
share

Indonesia kaya akan keberagaman budaya dantradisi, mulaidaritradisipernikahan, kelahiran, hingga kematian. Salah satunya yaituRitualEntas-entasyang ada di lereng Gunung Bromo dan dimiliki masyarakatSukuTengger.

Lalu apa sih Ritual Entas-entas? Berikut ulasan mendalamnya yang telah dirangkum:

1. Pengertian RitualEntas-entas

ritual entas-entas
Ritual Entas-entas Suku Tengger. (Z Creators/Ahmad Sugeng Laksono)

RitualEntas-Entasini, biasa dilaksanakan pada hari yang ke-1000 atau minimal pada hari ke-44 setelah ada keluarga yang meninggal. IstilahEntas-entasberasaldaribahasa Jawa, yaituentasyang berarti mengangkat, ada pula yang menyebut dengan istilah Nyewu atau selamatan seribu hari orang meninggal.

Namun ada kebanyakan ritualEntas-entasini dilaksanakan sebelum acara adat pernikahan maupun acara adat khitanan. Ritual adatEntas-Entasini warga yang mempunyai hajat mengundang sanak keluarga yang mempunyai keluarga atau orang tua yang sudah meninggal dunia dan dimintai Gombal Godong atau pakaian yang pernah dipakai keluarga yang sudah meninggal.

Istilah Gombal Godong atau pakaian yang pernah dipakai leluhur nantinya dijadikan simbol leluhur hadir di acara RitualEntas-entastersebut. Jumlah pakaian yang diminta tergantung jumlah leluhur atau keluarga yang sudah meninggal.

Entas-entasmerupakan gambarandarimeluruhkan atau mengangkat derajat leluhur yang sudah meninggal agar mendapatkan tempat yang layak dan lebih baik.

Bagi wargaSukuTenggerpelaksanaan Ritual Entas-entassecara khusus yaitu untuk mensucikan roh atauarwahbagi orang yang sudah meninggal dunia. Atau sebagai upaya untuk memperingati kematian keluarga yang sudah meninggal dunia agar arwahnya bisa mendapatkan tempat yang lebih baik. Dalamtradisiini, terdapat beberapa rangkaian urutan didalamnya, yakni reresik, mepek, mbeduduk, lukatan, dan bawahan.

Untuk melakukan upacara ini, berbagai keperluan harus disiapkan, diantaranya adalah kain putih, bebek, cepel, cobek, beras, kulak (wadah bambu). Selain itu, juga menyediakan sebuah boneka yang diberi nama Petra, sebagai tempat kembalinya roh atauarwah.

Adapun pembuatan boneka itu menggunakan bahan dedaunan dan bunga, kemudian nantinya akan disucikan oleh Dukun Pandhita. Masing-masing benda yang digunakan sebagai sarana upacara tersebut mempunyai makna tersendiri bagi wargaSukuTengger.

2. Tahapan RitualEntas-entas

ritual entas-entas
Ritual Entas-entas Suku Tengger. (Z Creators/Ahmad Sugeng Laksono)

Ada beberapa tahapan prosesi yang dilakukan, diantaranya yaitu, keluarga yang bersangkutan mengisi kulak atau bumbung yang terbuatdaribambu itu dengan beras.

Kulak tersebut sebagai lambangdariyang meninggal tersebut. Kemudian, semua keluarga berkumpul di bawah kain putih panjang yang dibentangkan oleh dukun setempat. Setelah itu, dilakukan prosesiEntas-Entas. Intidariupacara ini, bagi warga Ngadas yaitu untuk mengembalikan manusia kepada unsur alaminya, yaitu tanah, kayu, air dan panas.

Atma atauarwahyang dientas diwakili oleh orang yang masih hidup, meskipun itu tidak ada hubungan saudara. Adapun salah satu persyaratan warga yang mau mewakili atma tersebut tidak boleh memakai baju, untuk yang perempuan diharuskan memakai kemben, atau pakaian tradisional pembungkus tubuh wanita yang secara historis umum ditemui di daerah Jawa dan Bali.

Dalam pandangan wargaSukuTengger, orang yang sudah meninggal itu tidak memakai pakaian ataupun lainya. Mereka yang mewakili atma itu kemudian dipayungi dengan menggunakan kain berwarna putih, diantaranya adalah anak-anak, muda maupun dewasa. Mereka kemudian diberikan mantra oleh dukun. Setelah itu, semua Petra dibawa ke tempat pembakaran untuk disempurnakan.

Dalam upacara ini wargaTenggerbiasanya menggunakan sejumlah hewan ternak, seperti kambing, kerbau, atau lembu. Salah satu hewan yang kerap dipakai dalam upacara adat itu adalah kambing putih yang diyakini bisa berperan sebagai kendaraan untuk menuju alamarwah.

3. Makna RitualEntas-entas

ritual entas-entas
Ritual Entas-entas Suku Tengger. (Z Creators/Ahmad Sugeng Laksono)

Tradisiini bukan hanya sekadar upacara kematian biasa seperti di daerah-daerah lainnya. Di balik pelaksanaannya,Entas-Entasmemiliki makna yakni mengembalikan kembali unsur-unsur penyusun tubuh manusia. Unsur-unsur tersebut ialah tanah, kayu, air, dan panas.

Makna yang diambildaritanah, yaitu setiap ada manusia yang meninggal akan dikubur di dalam tanah. Selanjutnya adalah kayu, untuk menandai lokasi orang meninggal menggunakan kayu yang ditancap bahkan ditanam sebagai nisan.

Lalu ada air yang digunakan untuk memandikan yang meninggal. Dengan kata lain sebagai pembersih. Juga sekaligus sebagai penghormatan kepada Dewa Baruna, dewa air. Terakhir ada panas. Untuk mengembalikan unsur yang satu ini caranya adalah dengan dibakar.

Boneka petra yang sudah dibuat tadi akan dibakar. Cara pengembalian unsur panas ini mirip dengan upacara Ngaben di Bali. Namun, bedanya adalah jika diEntas-entashanya membakar boneka petranya saja.

MasyarakatSukuTenggermempercayai bahwa manusia yang telah meninggal dunia dalam waktu tertentu masih tinggal di antara sanak keluarganya dalam pengembaraan sebelum menuju swarga loka. Berbedanya ruang dan waktu dengan manusia yang masih hidup maka tidak bisa disebutkan berapa lama jiwa-jiwa ini mengembara dan kapan kembali ke swargaloka.

Artikel menarik lainnya:

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Lets join Z Creators dengan klik di sini .

Z Creators
Z Creators
Topik Menarik