Kenapa Warga Jepang Jarang Pakai Mobil Pribadi?
JAKARTA, iNews.id - Alasan kenapa orang Jepang jarang pakai mobil pribadi, bukan sekadar transportasi umum memadai dan relatif murah di negara itu. Tapi ada pemicu lainnya sehingga menggunakan transportasi umum ke tempat aktivitas sudah menjadi rutinitas.
Koresponden untuk The Economist, Daniel Knowles, menulis buku berjudul Carmageddon: How Cars Make Life Worse and What to Do About It. Isinya berisi data-data mengenai penggunaan mobil pribadi di Jepang.
Dibandingkan ibu kota lain di dunia, pengguna mobil di Tokyo merupakan yang terendah di dunia. Hanya sekitar 12 persen perjalanan dilakukan dengan mobil pribadi, bahkan dari sepeda di mana 17 persen perjalanan dilakukan dengan alat transportasi ini.
Sebagian besar warganya berjalan kaki atau naik transportasi umum. Tokyo memiliki sistem angkutan umum paling banyak digunakan di dunia, yakni sekitar 30 juta pengguna setiap hari.
Uniknya, kepemilikan mobil di Jepang cukup tinggi, yakni sekitar 590 kendaraan per 1.000 orang. Angka ini sebanding dengan banyak negara Eropa.
Sementara di Amerika Serikat (AS), angkanya sekitar 800 mobil per 1.000 orang.
Namun kebanyakan warga Jepang tak menggunakan mobil untuk aktivitas sehari-hari, melainkan untuk bepergian jauh. Selain itu mereka hanya menggunakan mobil untuk keperluan penting dan mendesak. Misalnya bepergian dengan keluarga, cuaca hujan, musim dingin, dan lainnya.
Kenapa Orang Jepang Jarang Pakai Mobil Pribadi?
Salah satu alasan mengapa orang Jepang jarang menggunakan mobil pribadi adalah lebar jalan di negara itu yang lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.
Sekitar 35 persen jalan di Jepang tidak cukup lebar untuk dilintasi satu mobil. Selain itu 86 persen jalan di Jepang tidak cukup lebar untuk mobil bisa berhenti, karena bisa menghalangi kendaraan di belakangnya.
Belum cukup, sebanyak 95 persen jalan di Jepang tidak memiliki fasilitas parkir di kedua sisinya.
Rata-rata pemilik mobil di Jepang berkendara sekitar 6.000 kilometer per tahun. Angka itu masih jauh dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), atau hanya sepertiganya.
Penyebab lain, biaya operasional untuk menggunakan mobil cukup tinggi karena tak ada subsidi pemerintah. Sebut saja jalan tol, Jepang memiliki beberapa jalan tol dengan tarif termahal di dunia. Tarif rata-rata tol di Jepang sekitar 3.000 yen sekitar Rp310.000 per 100 kilometer.
Selain itu harga bahan bakar fluktuatif, mengikuti harga minyak dunia, karena tak disubsidi pemerintah.