Kakek Keturunan Majapahit yang Masih Hidup, Tinggal di Tengah Hutan Tanpa Listrik
KETURUNAN Majapahit tentu masih ada yang hidup. Hal ini terbukti dalam video yang diunggah kanal YouTube Mas Den Vlog.
Kita sekarang berada di tengah hutan dari Gunung Anjasmoro, perbatasan Mojokerto dan Jombang. Di situ kelihatan genting, kayaknya di atas sanalah rumah warga. Kita akan mencoba mencari warga yang berada di tempat ini. Ini ciri khas rumah di hutan pasti ada anjingnya, kata perekam video.
Saat bertemu dengan seorang kakek, perekam video pun menyampaikan maksudnya mengunjungi daerah tersebut untuk mencari sosok nenek berusia 100 tahun lebih.
Sang kakek mengatakan bahwa sosok nenek yang dimaksud adalah ibunya bernama Mbah Marem yang wafat di usia 120 tahun.
Kakek keturunan Majapahit ini bernama Mba Jih. Ia tinggal bersama istri dan anaknya di sebuah rumah sederhana di tengah hutan tanpa listrik. Rumah Mba Jih ini berada di kaki gunung Anjasmoro, perbatasan Mojokerto dan Jombang, Jawa Timur.
Tidak ada listrik. Alasannya itu ada yang pernah bilang pohon kita kan besar-besar nanti kalau tumbang takut kena listriknya itu, bahaya buat orang yang lewat. Cuma gitu alasannya,
Sosok Mba Jih ini mencuri perhatian, pasalnya di usianya 70-an tetapi masih mampu mengangkat beban 50 kg. Bahkan dirinya harus naik turun sejauh 200 meter dari rumahnya.
Ia juga bertani dan mengangkat beban atau kayu bakar. Mba Jih mengatakan bahwa semua itu diwarisi dari sang ibu.
Itu berkat dari ibu, yang saya lakukan cuma itu, ujarnya.
Sang perekam video pun kagum dengan Mba Jih dan mengatakan keturunan Majapahit kuat-kuat.
Jadi ada darah Majapahitnya? tanya sang perekam video.
Mba Jia pun mengaku memiliki darah Majapahit.
Iya masih ada darah Majapahit. Buyut aslinya dari Nganjuk. Ceritanya gini, kamu itu keturunan Majapahit kalau kamu mau pindah tempat jangan sampai ke barat harus ke timur. Ya saya ikuti ceritanya Mbah, pungkasnya.