10 Jurusan D4 Paling Ketat di SNBP 2025, Keperawatan Anestesiologi Hanya Terima 0,94 Pendaftar!
Berikut ini 10 jurusan kuliah D4 dengan tingkat keketatan tertinggi di SNBP 2025. Daftarnya bisa menjadi panduan untuk memilih prodi di SNBT maupun jalur mandiri.
Sebanyak 44 politeknik negeri atau PTN Vokasi turut mewarnai penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Kampus vokasi ternyata semakin diminati oleh peserta SNBP sebagai destinasi kuliah. Bisa dilihat dari jumlah pendaftarnya yang mencapai 73.792 orang yang memperebutkan 26.246 kursi.
Jumlah mahasiswa yang lulus SNBP 2025 di politeknik negeri sebanyak 22.481 peserta. Jumlah yang lulus pada pilihan 1 sebanyak 18.751 dan pilihan 2 sebanyak 3.730 peserta.
Dari data yang tersedia, Program Studi Keperawatan Anestesiologi di Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi yang paling sulit ditembus, dengan tingkat keketatan hanya 0,94. Dari 1.279 pendaftar, hanya 12 orang yang diterima.
Dikutip dari data Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025, berikut ini 10 jurusan kuliah D4 dengan keketatan tertinggi di SNBP 2025.
Jurusan D4 dengan Keketatan Tertinggi di SNBP 2025
1. Keperawatan Anestesiologi – Universitas Sebelas Maret
Menempati posisi pertama sebagai jurusan D4 dengan tingkat keketatan tertinggi, Keperawatan Anestesiologi di Universitas Sebelas Maret (UNS) hanya menerima 12 orang dari total 1.279 pendaftar. Dengan keketatan sebesar 0,94, jurusan ini menjadi yang paling sulit ditembus dalam SNBP 2025.2. Kebidanan – Universitas Padjadjaran
Di posisi kedua, Kebidanan di Universitas Padjadjaran juga menunjukkan persaingan ketat. Dari 558 pendaftar, hanya 8 orang yang berhasil diterima, sehingga tingkat keketatannya mencapai 1,43.3. Administrasi Bisnis – Politeknik Negeri Bandung
Jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Bandung menjadi salah satu program studi vokasi dengan peminat tinggi. Tercatat 775 pendaftar bersaing untuk 13 kursi, menghasilkan tingkat keketatan sebesar 1,68.4. Farmasi – Universitas Sebelas Maret
Jurusan Farmasi di Universitas Sebelas Maret juga memiliki persaingan yang sangat ketat. Dari 702 pendaftar, hanya 14 orang yang diterima, sehingga tingkat keketatannya mencapai 1,99.5. Teknik Informatika – Politeknik Negeri Bandung
Bidang teknologi juga tidak kalah diminati, salah satunya Teknik Informatika di Politeknik Negeri Bandung. Dengan 1.250 pendaftar dan hanya 26 orang yang diterima, keketatan jurusan ini mencapai 2,08.6. Seni Kuliner dan Pengolahan Jasa Makanan – Universitas Negeri Jakarta
Jurusan ini semakin diminati di dunia vokasi. Tahun ini, 571 pendaftar bersaing untuk 12 kursi, menghasilkan tingkat keketatan 2,10.7. Akuntansi – Politeknik Negeri Bandung
Persaingan ketat juga terjadi di jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Bandung. Dari 617 pendaftar, hanya 13 orang yang diterima, dengan keketatan sebesar 2,11.8. Keselamatan dan Kesehatan Kerja – Universitas Sebelas Maret
Jurusan yang berfokus pada keamanan kerja ini juga memiliki peminat tinggi. Dari 988 pendaftar, hanya 24 orang yang diterima, sehingga tingkat keketatannya mencapai 2,43.9. Tata Boga – Universitas Negeri Yogyakarta
Jurusan Tata Boga semakin diminati oleh calon mahasiswa vokasi. Tahun ini, 837 pendaftar bersaing untuk 22 kursi, sehingga tingkat keketatannya mencapai 2,63.10. Teknik Informatika – Politeknik Negeri Jakarta
Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Negeri Jakarta juga tidak kalah populer. Dari 1.008 pendaftar, hanya 27 orang yang diterima, dengan tingkat keketatan 2,68.Dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, calon mahasiswa yang ingin mendaftar di program studi vokasi pada SNBP 2026 perlu mempersiapkan diri dengan baik.
Prodi di bidang kesehatan seperti Keperawatan Anestesiologi dan Kebidanan masih menjadi yang paling sulit ditembus, sementara jurusan di bidang teknologi dan bisnis juga menunjukkan persaingan ketat.
Demikian 10 jurusan paling ketat untuk jenjang D4 di SNBP 2025. Semoga informasi ini bermanfaat.