Harmoni dan Solider dalam Keberagaman di Paroki MBSM: Gereja dan Masjid Bersatu di Meja Berbuka
SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id - Dalam sebuah momen yang menghangatkan hati, Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) di Kabupaten Sumba Timur menjadi saksi perayaan indahnya solidaritas antarumat beragama. Di tengah semangat Ramadan 1446 H, umat Katolik dan Muslim berkumpul dalam sebuah acara buka puasa bersama yang sarat makna.
Acara yang digagas oleh Pastor Paroki MBSM Kambajawa, Rm. Yakobus Lodo Mema, Pr., ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan masyarakat, termasuk Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur, Ketua Pengadilan Agama Waingapu, serta para Imam Masjid. Digelar di Pastoran Gereja Katolik Paroki MBSM Kambajawa Waingapu pada Rabu (20/3/2025), momen ini menjadi simbol eratnya persaudaraan lintas iman.
“Acara ini adalah jembatan untuk memperkuat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa empati serta saling menghormati antarumat beragama, khususnya antara umat Islam dan Katolik di Sumba Timur. Tolerensi, kerukunan dan moderasi agama memang harus terus dijaga, ” ungkap Rm. Yakobus dengan penuh haru.
Puan Hadiri Penutupan Kongres Demokrat, Aria Bima: Kita Butuh Komunikasi Lintas Partai Politik
Dengan mengusung tema "Menguatkan Toleransi, Persaudaraan, dan Solidaritas Sesama Umat Beragama," kegiatan ini menggambarkan betapa indahnya hidup berdampingan dalam kasih persaudaraan. Tanpa memandang agama, suku, atau warna kulit, semua yang hadir merasakan hangatnya kebersamaan sebagai sesama ciptaan Tuhan.
"Kita harus sepenuhnya menyadari bahwa idealnya hidup beragama itu solid ke dalam bersama rekan seiman namun tetap solider keluar dengan umat agama lainnya sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan," imbuhnya.
Ketua Pengadilan Agama Waingapu, H. Fahrurrozi, tak luput memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rm. Yakobus atas inisiatif luar biasa ini.
"Memberi makan untuk berbuka puasa adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Melihat saudara kita dari umat Katolik turut berbagi kebahagiaan dalam momen suci ini sungguh mengharukan," ujarnya.
Fahrurrozi juga menambahkan bahwa sejak bertugas di Sumba Timur sejak Desember 2022, ia merasakan betul kuatnya kerukunan antarumat beragama di daerah ini. "Alhamdulillah, kerukunan yang terjalin sangat luar biasa. Inisiatif seperti ini semakin memperkokoh fondasi persaudaraan di tengah perbedaan."
Melalui kegiatan ini, Sumba Timur kembali membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Sebuah pesan universal tentang cinta, empati, dan solidaritas menggema dari meja berbuka, menginspirasi banyak pihak untuk terus merawat keharmonisan dan kedamaian.