Kondisi Terkini Permukiman di Ngasem dan Kalitidu Bojonegoro, Setelah Diterjang Banjir
BOJONEGORO.INEWS.ID - Banjir yang menerjang 7 desa di Kecamatam Ngasem dan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, pada sabtu malam kini sudah surut. Berdasarkan pantauan dari petugas BPBD Bojonegoro, suasana di desa terdampak pada minggu pagi (16/3/25) kembali normal.
Meski demikian masih terdapat beberapa tirik jalan paving, terutama yang dekat dengan saluran drainase ada genangan, namun hal itu tidak menganggu aktifitas warga.
Sebelumnya, banjir akibat luapan sungai kembali melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kali ini kejadian pada sabtu malam (15/3/25) tersebut, berlangsung di 7 desa 2 kecamatan.
Berdasarkan data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, 7 desa yang terdampak tersebut Diantaranya Desa Ngujo, Desa Leran dan Dusun Kuce Kecamatan Kalitidu.
Serta Desa Jampet ,Desa Bareng, Desa Ngantru, Desa Wadang Kecamatan Ngasem.
Ratusan rumah dilaporkan tergenang banjir hingga 50 senti meter, akibat peristiwa ini. Selain itu 1 warga juga dilaporkan meninggal dunia, lantaran menderita sesak nafas, saat rumahnya terendam banjir. Korban bernama Gemi 60 tahun, warga Desa Ngujo Kecamatan Kalitidu.
“Meninggal di sebabkan dari penyakit sesak nafas kambuh saat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah, dikarenakan rumah terdampak banjir luapan,” ungkap Agus Purnomo, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro.
Banjir berlangsung setelah hujan dengan intensitas tinggi, mengguyur wilayah selatan sejak sabtu sore. Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap lantaran tak mampu menampung derasnya air.
“Untuk saat ini air sudah surut, banjir berlangsung pada pukul 21.00 WIB,” tambahnya.
Banjir di wilayah selatan Bojonegoro ini sudah beberapa kali berlangsung saat musim hujan tahun ini. Peristiwa tersebut diduga disebabkan kerusakan hutan atau alih fungsi lahan. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebelumnya juga sudah menemui Dirut Perhutani di Jakarta, untuk mencarikan solusi terkait masalah tersebut.