Menag Minta Umat Buddha Tonjolkan Kesakralan saat Waisak 2025 di Candi Borobudur

Menag Minta Umat Buddha Tonjolkan Kesakralan saat Waisak 2025 di Candi Borobudur

Nasional | sindonews | Jum'at, 14 Maret 2025 - 09:18
share

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap umat Buddha yang akan memperingati Waisak tahun 2025 agar menonjolkan kesakralan saat peringatan upacara suci di Candi Borobudur.

Menag Nasaruddin menyampaikan hal itu saat menerima audiensi dengan para Bhikkhu, Sangha dan tokoh Umat Buddha di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2025).

“Saya berharap Waisak nanti jangan sampai hilang unsur sakralnya. Kegiatan sakral kemanusiaan Waisak itu jangan lebih menonjolkan aspek selebrasinya. Jangan sampai kemeriahannya mengalahkan kedalamannya. Penghayatan kedalaman makna Waisak itu lebih penting,” pesan Menag yang didampingi Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, dan Dirjen Bimas Buddha Supriyadi.

Menurut Menag, penting untuk menambah kesakralan peringatan Waisak dengan menyalakan lilin dalam hati umat.

"Ketika seseorang keluar dari tempat ibadah, lentera dalam hatinya akan terang benderang. Jangan sampai nanti keajaiban-keajaiban agama itu diwarnai dengan sesuatu yang tidak luhur," katanya.

Ia juga berpesan agar peringatan Waisak tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu yang non-religi, entah itu kepentingan politik, kepentingan bisnis, kepentingan umum maupun personal. Menurutnya, hal itu, sedapat mungkin harus dipisahkan.

"Ketika kita masuk dalam upacara suci, kita akan memelihara keheningan. Karena keheningan inilah di mana dalam kita memprovokasi pengetahuan luhur, dipahami oleh masyarakat-masyarakat luhur," jelas Nasaruddin Umar.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Candi Borobudur itu harus dipelihara. Namun demikian ada tantangan yang diperoleh berkaitan dengan kesejahteraan Borobudur.

Ia menyebut, Borobudur itu bukan sekadar benda yang mana orang bisa berfoto-foto, melakukan macam-macam di atasnya.

"Borobudur itu harus menciptakan pikiran orang yang berkumpul di situ, apapun agamanya. Borobudur itu harus menjernihkan batin seseorang yang datang berkumpul di situ. Tidak peduli agama manapun," ujarnya.

"Mari kita pelihara energi Candi Borobudur. Tempat-tempat yang energinya kuat kita jaga dengan baik. Lupakan semua perbedaan yang ada. Mari tenggelamkan ego-ego sektoral. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Sang Buddhis,” pesan Menag.

Sementara itu, Wakil ketua Panitia Waisak Nasional Karuna Murdaya melaporkan bahwa Waisak Nasional 2025 jatuh pada tanggal 12 Mei 2025 yang dilaksanakan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Acara ini, kata dia, akan dihadiri lebih dari 150.000 masyarakat sekaligus menyaksikan pelepasan lampion pada puncak malam Waisak.

Berbagai rangkaian keagamaan yang akan dilaksanakan di antaranya, seperti mengadakan Bakti Sosial kepada 8.000 masyarakat (berobat gratis).

Selanjutnya agenda prosesi Waisak, dari Candi Mendut ke Candi Borobudur dan juga di Borobudur ada panggung utama, mengadakan festival lampion.

“Kami mendukung Candi Borobudur sebagai tempat Wisata Spiritual. Mohon kehadiran Pak Menteri dan memberikan sambutan pada Waisak Nasional 2025. Para Bhikkhu, Sangha dan tokoh umat Buddha juga sangat mengharapkan kehadiran Bapak Menteri pada acara Waisak Nasional ini,” ujar Karuna Murdaya.

Topik Menarik