Contoh Ceramah Tarawih Keutamaan Malam ke 25 Ramadhan

Contoh Ceramah Tarawih Keutamaan Malam ke 25 Ramadhan

Muslim | okezone | Senin, 24 Maret 2025 - 07:55
share

CERAMAH tarawih keutamaan malam ke 25 ramadhan layak diketahui. Selain tarawih, berbuat baik kepada sesama manusia, seperti membantu yang membutuhkan, menyantuni anak yatim dan berperilaku jujur serta amanah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam bulan ramadhan.

Amal kebaikan tersebut dapat menjadi penolong di hari kiamat dan menjauhkan dari siksa kubur. Salat tarawih malam ke 25 diyakini akan dapat pahala dihilangkan dari siksa kubur.

وفى الليلة الخامسة والعشرين يرفع الله تعالى عنه عذاب القبر

Artinya: Pada malam yang ke-25, Allah akan menghilangkan siksa kubur dari orang yang tarawih.

Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (24/3/2025), Okezone telah merangkum ceramah tarawih keutamaan malam ke 25 ramadhan, sebagai berikut.

Ceramah Tarawih Keutamaan Malam ke 25 ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah SWT. Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan sehat wal afiat sehingga kita dapat melaksanakan salat Jumat pada siang hari ini. Selawat dan salam mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua selaku umatnya mendapatkan berkah.
Sebagai umat Islam, kita harus senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bagi siapa yang hari ini masih sama kadar keimanan dan ketakwaannya dengan hari sebelumnya adalah orang yang merugi. Sementara yang beruntung adalah dia yang mampu menjadi lebih baik setiap harinya.

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menaruh simpati dan empati kepada orang lain yang berkekurangan, baik dari sisi finansial, kekeringan jiwa dan motivasi, maupun hal lainnya. Hal tersebut tentu saja harus diwujudkan dalam bentuk perhatian khusus kepada mereka, misalnya dengan sedekah.

Salah satunya dengan berbagi makanan, minuman, atau sebagian harta kita kepada mereka untuk dimanfaatkan dalam menjalani kehidupannya. Dalam bahasa agama, hal tersebut merupakan ith’am. Laku ith’am kepada orang lain merupakan kebiasaan terbaik dalam Islam.

Bahkan, Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul Syaraful Ummatil Muhammadiyah, menyebutkan bahwa memberikan makan kepada orang lain merupakan bagian dari amal-amal yang paling diharapkan untuk mengantarkan kita masuk ke dalam surganya Allah SWT.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.

Memang amalan ith’am ini dapat menjadi pelebur dosa bagi orang yang melakukannya hingga menjadi bagian dari hal yang mewajibkan pengamalnya mendapatkan rahmat hingga ampunan dari Allah SWT.

Tidak sekadar imbalan surga bagi mereka yang memiliki kebiasaan berbagi makanan. Mereka juga mendapatkan pintu dan ruang khusus di surga.

Oleh karena itu, mari kita melakukan ith’am, khususnya, kepada orang-orang terdekat kita, anak-anak yatim dan fakir miskin yang berada di sekitar kita. Sebab, mereka adalah orang-orang yang ada di depan mata yang harus kita bantu semampu kita.

Semoga kultum pada hari ini membawa keberkahan bagi kita semua.

Wassalamualaikum Wr.Wb
 

Topik Menarik