5 Fakta Pria di Surabaya Tewas Dimangsa Anjing Peliharaannya, Nomor 2 Bikin Merinding
SURABAYA, iNews.id – Sejumlah fakta terungkap dalam kasus seorang pria paruh baya di Kota Surabaya yang ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh tidak utuh diduga dimangsa 10 ekor anjing peliharaannya.
Identitas korban yakni, Yohanes Alexander Stefanus de Fretes (52) warga kompleks Perumahan Rungkut Harapan Blok I, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.
Jasad korban kemudian dievakuasi petugas gabungan dari BPBD Surabaya, polisi dan komunitas pencinta anjing.
5 Fakta Pria Tewas Dimangsa 10 Ekor Anjing Peliharaan
1. Kronologi Kejadian
Diperoleh informasi, Yohanes ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya pada Jumat (11/4/2025) siang. Kondisi tubuhnya mengenaskan, dengan kepala yang hanya menyisakan tengkorak dan telapak tangan kanan hilang.
Jasad korban pertama kali ditemukan kakaknya, Henry de Fretes yang curiga anjing-anjing korban menggonggong terus di dalam kamar.
2. Jasad Korban Dikerubuti Anjing
Rizky Ridho Trending Topic Pasca Timnas Indonesia Sikat Bahrain 1-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Saat dilihat dengan sedikit membuka paksa pintu kamar Yohanes yang terkunci, Henry terkejut melihat adiknya sudah terbujur kaku dan dikerubuti anjing peliharaannya.
Bersama kerabat yang sebelumnya telah dihubungi, Henry mendobrak paksa pintu kamar dan mengusir anjing-anjing dengan menggunakan kayu ke halaman belakang yang sebelumnya sedang mengerubuti tubuh adiknya.
3. Dilaporkan ke Polisi
Kejadian tersebut langsung dilaporkan pihak keluarga ke polisi. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Rungkut dan tim Inafis Polrestabes Surabaya, serta tim BPBD datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Henry mengaku sempat syok melihat jasad adiknya sudah tidak utuh karena diduga dimakan anjing-anjing peliharaannya. “Saya langsung ngabari keluarga untuk melaporkan kejadian it uke polisi,” katanya, Sabtu (12/4/2025).
4. Anjing Dievakuasi
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat perilaku agresif anjing-anjing tersebut. Sebelum evakuasi, petugas memberikan makanan untuk menenangkan hewan-hewan tersebut.
Demi keamanan, anjing-anjing itu dibius sebelum dipindahkan ke tempat rehabilitasi yang dikelola komunitas pencinta anjing.
5. Keberadaan Anjing Bikin Warga Takut
Kakak korban, Henry de Fretes menyambut baik langkah ini. Dia mengungkapkan, keberadaan anjing-anjing tersebut telah menimbulkan ketakutan dan trauma bagi keluarga serta warga sekitar.
Terutama, kata dia setelah mengetahui bahwa sebagian tubuh korban dimakan oleh anjing-anjing tersebut. Yohanes diketahui meninggal akibat penyakit paru-paru sebelum insiden tragis ini terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian publik, tidak hanya karena tragedi yang menimpa Yohanes, tetapi juga karena perlunya penanganan yang tepat terhadap hewan peliharaan dalam situasi seperti ini. Proses hukum dan investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan oleh polisi.