Wamenaker Segera Panggil Aplikator Ojol Buntut BHR Rp50.000: Mereka Bohongi Presiden!
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer bereaksi keras perihal laporan ada driver ojek online (ojol) yang menerima bonus hari raya (BHR) dari aplikator hanya sebesar Rp50.000. Dia segera memanggil hingga mengaudit para aplikator.
Pria yang akrab disapa Noel itu menegaskan, para aplikator ojol telah membohongi negara, Presiden Prabowo Subianto, hingga rakyat.
"Pokoknya kita akan panggil aplikator-aplikator itu. Mereka jangan buas dengan rakyat itu ya. Mereka sudah bohongi negara, bohongi presiden saya, bohongi kita, bohongi menteri, bohongi rakyat. Semua dibohongin. Semua lah, aplikator. Semua aplikator," kata Noel di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).
Dia menegaskan perbuatan para aplikator ojol sudah kelewatan. Bahkan, dia mendapat laporan ada driver ojol yang tidak mendapatkan BHR sama sekali.
Hasil PSV Eindhoven vs Arsenal di Liga Champions 2024-2025: Menggila, The Gunners Menang Telak 7-1!
"Kalian tahu gak homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia)? Nah itulah, ojek online itu atau aplikator itu, prilaku mereka seperti rakus, greedy. Bayangkan, mereka bukan dikasih Rp50.000 aja. Bahkan masih banyak dari mereka yang tidak mendapatkan sama sekali. Jadi tingkat rakusnya sudah terlalu kelewatan," tutur dia.
Sebelumnya, salah seorang driver ojol, Iwan mengeluhkan BHR yang diterima dari aplikator hanya sebesar Rp50.000. Keluh kesah itu disampaikan langsung ke Presiden Prabowo Subianto saat open house di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/3/2025).
"Ya mudah-mudahan THR (BHR) ojol jangan Rp50.000 Pak, mudah-mudahan didengar sama Pak Prabowo," kata Iwan.
Dia mengaku bukan kali pertama hadir dalam open house di Istana.
Pada lebaran sebelumnya dia pun datang ke istana mengikuti open house. Namun, saat itu dia tidak bertemu dengan Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi).