Houthi Tembak Jatuh Drone AS ke-16 di Atas Yaman dengan Rudal Buatan Lokal

Houthi Tembak Jatuh Drone AS ke-16 di Atas Yaman dengan Rudal Buatan Lokal

Global | sindonews | Selasa, 1 April 2025 - 06:29
share

Gerakan Ansar Allah (Houthi), yang menguasai Yaman utara, mengatakan pasukan pertahanan udaranya telah menembak jatuh drone pengintai AS MQ-9 di atas provinsi timur laut Ma'rib dengan rudal produksi lokal.

Kabar itu diungkap juru bicara militer Houthi Yahya Saree. "Pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper Amerika saat sedang melakukan misi permusuhan di wilayah udara Provinsi Ma'rib, menggunakan rudal buatan lokal yang sesuai," ungkap Saree di Telegram.

Dia mencatat ini adalah drone keenam belas yang berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Yaman dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut sumber resmi, biaya unit rata-rata drone Reaper adalah sekitar USD56,5 juta.

Houthi mengklaim telah mengembangkan rudal di dalam negeri, tetapi diduga pengembangan ini didukung transfer teknologi dari Iran dan modifikasi sistem senjata yang sudah ada.

Houthi banyak menggunakan rudal balistik bekas milik Yaman (era Soviet) dan Iran, yang mereka modifikasi dengan jangkauan lebih jauh dan hulu ledak lebih besar.

Contohnya, Burkan-2H, yang merupakan hasil modifikasi rudal Scud-B Soviet dan diduga mirip dengan rudal Qiam-1 Iran.

Houthi telah menampilkan beberapa jenis rudal balistik dan jelajah yang mereka klaim sebagai buatan sendiri, misalnya: Quds-1, Quds-2, Quds-3 yang diduga berbasis rudal jelajah Iran Soumar atau Ya-Ali.

Ada juga Burkan-3 yakni versi yang lebih canggih dari Burkan-2H dengan jangkauan lebih jauh.

Sa’ir dan Qassem, rudal balistik jarak pendek yang digunakan untuk menyerang pasukan koalisi Arab Saudi.

Houthi mengklaim rudal mereka dibuat di Yaman, tetapi laporan intelijen Barat menuding Iran menyediakan suku cadang dan teknologi yang kemudian dirakit di Yaman.

Iran diduga mengirimkan komponen dalam bentuk terpisah (knockdown kits) melalui Oman atau jalur penyelundupan lainnya.

Beberapa rudal Houthi juga menggunakan teknologi reverse-engineering dari rudal Iran dan Korea Utara.

Topik Menarik