Tiga Skenario Dihadapi Paus Fransiskus: Pemulihan, Pengunduran Diri, atau Kematian

Tiga Skenario Dihadapi Paus Fransiskus: Pemulihan, Pengunduran Diri, atau Kematian

Global | sindonews | Jum'at, 28 Februari 2025 - 03:53
share

Paus Fransiskus telah dirawat di rumah sakit dengan pneumonia ganda selama 14 hari—rawat inap terlama dalam kepausannya.

Vatikan mengatakan kondisinya sedikit membaik tetapi dokter mengatakan prognosisnya "masih belum pasti".

3 Skenario yang Dihadapi Paus Fransikus yang Sedang Sakit

1. Pemulihan

Paus berusia 88 tahun, yang menderita serangkaian masalah kesehatan tetapi dikenal karena semangat juangnya, tampaknya mulai pulih—meskipun dokter memperingatkan bahwa dia belum "bebas dari bahaya".

Tim medis Paus belum mengomentari lamanya dia dirawat di rumah sakit, tetapi para ahli lain telah memperkirakan bahwa pneumonia ganda pada seseorang seusianya dapat memerlukan perawatan setidaknya tiga minggu.

Keseriusan penyakitnya pada awalnya akan memaksa Paus Fransiskus yang gila kerja untuk memperlambat langkahnya.

"Sulit membayangkan [Paus] Fransiskus melanjutkan aktivitasnya dengan kecepatan yang sama setelah alarm seperti itu," kata seorang sumber Vatikan yang tidak mau disebutkan namanya.

"Pasti akan ada masa transisi," imbuh sumber itu, yang dikutip AFP, Jumat (28/2/2025).

Pada Juni 2023, setelah 10 hari dirawat di rumah sakit untuk operasi perut, Paus Fransiskus meluangkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan jadwalnya, tetapi itu adalah musim panas, periode yang biasanya tidak terlalu sibuk.

Pertanyaan utamanya adalah apakah Paus Fransiskus akan mampu mempertahankan komitmen jangka pendeknya, dimulai dengan perayaan Paskah pada bulan April.

Tahun 2025 adalah tahun perayaan Katolik yang istimewa, yang disebut Yubelium, dan Paus Fransiskus diperkirakan akan memimpin banyak acara di Roma.

Juga akan ada tanda tanya mengenai kemampuannya untuk bepergian. Meskipun Paus Fransiskus tidak memiliki rencana perjalanan internasional resmi, ada kemungkinan kunjungan ke Turki pada bulan Mei.

2. Pengunduran Diri

Spekulasi seputar kemungkinan pengunduran diri telah membayangi kepausan Fransiskus tetapi telah meningkat sekarang dan diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

"Jika paus bertahan hidup, banyak yang membayangkan bahwa ia ingin menyelesaikan tahun Yubelium, tetapi setelah itu, ketika dia berusia 89 tahun, dia akan menghadapi pertanyaan apakah akan mengundurkan diri atau tidak," kata pakar Vatikan Italia Marco Politi kepada AFP.

Paus Fransiskus telah memanggil "konsistori", atau pertemuan para kardinal, untuk mengumumkan orang-orang kudus baru—meskipun belum menetapkan tanggalnya.

Pada konsistori seperti itulah pendahulunya Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan pada tahun 2013.

Dalam beberapa tahun terakhir, Paus Fransiskus bersikap optimistis tentang pengunduran dirinya, dengan mengatakan bahwa hal itu mungkin terjadi tetapi juga memperingatkan bahwa pengunduran diri Paus tidak boleh "menjadi tren".

Fakta bahwa Dia masih bekerja dari rumah sakit tampaknya menandakan kehadirannya yang aktif sebagai pemimpin hampir 1,4 miliar umat Katolik di dunia, dan keinginannya untuk terus maju.

3. Kematian

Jika Paus Fransiskus meninggal, Kardinal Camerlengo—saat ini Uskup Irlandia-Amerika Kevin Farrell, akan bertanggung jawab untuk mengelola urusan sehari-hari Gereja Katolik hingga pemilihan paus baru.

Farrell tidak akan memiliki kekuasaan kepausan, tetapi dapat menangani masalah administratif.

Dia juga akan mengumpulkan para kardinal untuk memutuskan kapan jenazah paus akan dipajang di upacara kenegaraan, dan kapan akan mengadakan pemakaman, yang menurut tradisi berlangsung antara hari keempat dan keenam setelah kematian.

Pemakaman, yang Paus Fransiskus bersikeras untuk disederhanakan, akan berlangsung di Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Fransiskus memilih untuk dimakamkan di Basilika St Mary Maggiore di pusat kota Roma, bukan di gua-gua Vatikan seperti para paus sebelumnya.

Para kardinal kemudian akan berkumpul di Kapel Sistina untuk memilih paus baru dalam pertemuan yang disebut konklaf.

Pertemuan ini akan dimulai antara 15 dan 20 hari setelah kematian paus. Saat ini ada 138 kardinal elektor—kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memenuhi syarat untuk memberikan suara.

Topik Menarik