Sosiolog Imam Prasodjo Ungkap Perpecahan di Tubuh IDI Usai Deklarasi PDSI, Ancaman?
Setiap perpecahan akan selalu mendatangkan hikmah.Kalimat ini datang dari Dr. Imam B. Prasodjo sosiolog Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia melalui akun Facebooknya seperti yang dikutip Indozone, Jumat (29/4/2022).
Pernyataan itu menyahuti perpecahan yang terjadi di tubuh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di mana muncul organisasi baru yang menaungi dokter seluruh Indonesia di bawah payung PerkumpulanDokter Seluruh Indonesia (PDSI).
Imam Prasodjo menungkapkan permasalah yang datang dalam masyarakat soal datangnya ancaman seringkali memperkuat kohesi sosial.
Di mana ikatan antara komunitas di tatanan kelompok masyarakat justru memperkuat satu sama lain di antara mereka jika datang satu ancaman.
Peristiwa ini mengingatkan saya terhadap pandangan Lewis Alfred Coser, sosiolog Amerika (1913-2003).

Katanya, tak semua konflik sosial berdampak negatif terhadap suatu masyarakat, kelompok atau organisasi.
Baca Juga:Sinopsis Sinetron Preman Pensiun 9, Kamis 27 Februari 2025: Sepinya Terminal Bikin Meresahkan
"Ketika organisasi merasakan ada ancaman baik dari dalam maupun dari luar, kohesi sosial internal dapat tumbuh menguat (persatuan semakin erat). Inikah hikmah akibat ada "splinter group"? Musibah memang seringkali mendatangkan hikmah," sebutnya.
DiketahuiKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum membenarkan telah mengesahkan badan hukum Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI).
"Pemberian pengesahan badan hukum tersebut merupakan wujud pelaksanaan dan penghormatan atas prinsip kebebasan berserikat, dan berkumpul yang dijamin oleh konstitusi," kata Direktur Perdata Ditjen AHU Kemenkumham RI Santun Maspari Siregar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta seperti yang dikutip Antara.
Pengesahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor: AHU-0003638.AH.01.07.Tahun 2022 tertanggal 10 April 2022 yang merujuk pada akta pendirian.

Santun Siregar mengatakan perkumpulan tersebut merupakan organisasi masyarakat (ormas) berbadan hukum yang lahir berdasarkan staatsblad 1870 Nomor 64 beserta peraturan pelaksananya yang tunduk pada Undang-Undang Ormas.
IDI yang melihat deklarasi PDSI sebagai ancaman lalu menginstruksikan seluruh organisasi dokter yang tergabung dalam IDI untuk tetap solid dan tidak terpecah belah.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginstruksikan kepada anggotanya di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga kesolidan profesi dan internal organisasi.
"Sehubungan dengan adanya dinamika organisasi akhir-akhir ini, maka Pengurus Besar IDI memerintahkan kepada seluruh jajaran IDI Wilayah, IDI Cabang, Perhimpunan, dan Keseminatan untuk menjaga marwah organisasi, etika profesi," kata Ketua Umum PB IDI Moh Adib Khumaidi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis kemarin.
Ia berharap anggotanya tidak terpancing oleh isu-isu negatif yang dapat memecah belah kesolidan profesi dan internal organisasi.
Ia menambahkan, anggota IDI di seluruh Indonesia diminta untuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, AD/ART IDI dan ORTALA (Organisasi dan Tata Laksana) IDI.
"Tetap bersama dan bersatu dalam Ikatan Dokter Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menegaskan semua organisasi profesi kedokteran yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia tetap solid berada di bawah payung IDI.
Pernyataan itu menanggapi usai dideklarasikannya Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) sebagai salah satu organisasi profesi kedokteran pada Rabu (27/4).
Ketua Umum Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menyatakan, PDPI sebagai organisasi Spesialis Paru (Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi) adalah organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSP) yang bernaung di bawah IDI.
"Sehubungan dengan hal tersebut, kami meminta kepada segenap Anggota PDPI di seluruh Indonesia untuk tetap solid dan tidak terpecah belah," katanya.
Ia mengatakan, PDPI akan menunggu perintah organisasi lebih lanjut dari Pengurus Besar IDI.