Skandal Guru Agama Cantik ini Bikin Heboh, Sudah 10 Kali Paksa Siswanya Bermain Cinta

Skandal Guru Agama Cantik ini Bikin Heboh, Sudah 10 Kali Paksa Siswanya Bermain Cinta

Terkini | sumba.inews.id | Minggu, 5 Januari 2025 - 18:10
share

GROBOGAN, iNewsSumba.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diguncang dengan skandal yang cukup memalukan karena melibatkan ST, seorang oknum guru agama yang justru tertangkap basah warga sedang melakukan perbuatan layaknya suami isteri bersama YS, seorang siswanya. Keduanya bahkan lalu digelandang ke aparat desa setempat oleh massa. 

Insiden ini bermula dari kecurigaan warga sekitar terhadap aktivitas tidak wajar antara ST dan YS. Keduanya kerap terlihat berduaan di rumah ST. Kecurigaan tersebut akhirnya terjawab ketika warga menggerebek rumah ST dan menemukan mereka dalam keadaan tak pantas. Fakta mengejutkan lainnya pun terungkap: perbuatan tersebut sudah berlangsung selama dua tahun, dan menurut ST keduanya sudah bermain cinta sekitar 10 kali.

Menurut kesaksian Nur Rohmad, seorang tetangga, awalnya YS dijemput oleh ST menggunakan sepeda motor. Namun, seiring waktu, YS mulai datang sendiri setelah menerima panggilan telepon dari ST.

"Warga awalnya mengira YS belajar mengaji di rumah ST, karena awalnya disebutkan seperti itu," ungkap Nur.

Penggerebekan warga ini bukanlah kali pertama, namun pernah juga dilakukan. Sayangnya ST masih kembali melakukan perbuatan serupa. walaupun sebelumnya telah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Bahkan sempat membawa kabur YS dan menyembunyikan di kamar msebuah kos. YS tidak berani melawan karena kuatir nilai agamanya rendah. 

 

YS, hingga kini masih dalam kondisi trauma, walaupun sudah sedikit memberikan penjelasan terkait perbuatannya bersama sang ibu guru. “Awalnya saya disuruh belajar mengaji, tapi setelah seminggu, dia mulai meminta hal-hal yang tidak pantas,” ujarnya sambil menangis.

Kasus ini mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk aktivis sosial Sulistyono, yang berjanji akan mendampingi korban untuk memastikan keadilan ditegakkan.

"Korban harus mendapatkan perlindungan hukum dan pemulihan trauma," tegasnya.

Topik Menarik