Detik-Detik Mengerikan Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang

Detik-Detik Mengerikan Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang

Nasional | okezone | Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:23
share

SPANYOL – Kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol menewaskan 68 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden maut tersebut terjadi ketika sebuah kereta yang berangkat dari Madrid menuju Seville menabrak kereta lain yang berhenti di jalur rel pada Rabu 28 Oktober 2026 pagi. Akibat benturan keras itu, sejumlah gerbong terperosok ke lereng.

"Benturan kereta itu sangat dahsyat," kata Salvador Arriza, penumpang berusia 62 tahun yang berada di kereta yang dioperasikan Renfe, melansir BBC. 

Arriza mengatakan, para penumpang mulai memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri. Kepada Reuters, dia menambahkan, bahwa beberapa orang tidak bisa bergerak karena terjebak di antara kursi-kursi.

Salah satu gerbong dilaporkan terbakar. Kemudian para penumpang menggambarkan pemandangan mengerikan, dengan sejumlah orang terjebak, menangis, dan mengalami pendarahan. Beberapa korban bahkan tertimbun reruntuhan. Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan sepotong rel kereta api berukuran panjang menembus salah satu gerbong.

Tangui Binier (22), yang berada di kereta Iryo, menceritakan detik-detik kecelakaan. Dia mengatakan koper-koper mulai berterbangan dan orang-orang berteriak ketika kereta akhirnya berhenti.

"Ada banyak asap dan kekacauan," katanya. 

Binier juga menggambarkan kondisi kereta yang benar-benar terbalik saat dirinya keluar dari gerbong. "Sangat sulit untuk menyaksikannya," kata Binier. 

Saat itu ayahnya membantu menggendong seorang gadis yang mengalami patah tulang pinggul keluar dari reruntuhan. Bahkan, Binier juga mengaku melihat sejumlah mayat dan korban dengan anggota tubuh yang hilang. 

"Saya tidak tahu apakah saya akan pernah pulih," katanya.

Kesaksian lainnya juga disampaikan Jurnalis Spanyol Antonio Jiménez Barca, yang bekerja untuk surat kabar El País. Saat kejadian, ia sedang berjalan menuju kafetaria di kereta Renfe.

"Saya merasa seperti didorong dari belakang, seperti dilempar ke tanah," ujarnya menggambarkan kejadian tersebut.

"Kepala saya terbentur dengan sangat keras... Saya berlumuran darah. Ada orang-orang di atas saya. Satu orang mengalami cedera lengan, dan yang lainnya mengalami cedera kepala," katanya.

Penumpang lainnya, Sebastián Herrero (46) mengatakan kepada surat kabar El Mundo bahwa dia melihat banyak orang dengan hidung dan lengan patah.

"Benturannya sangat, sangat keras," katanya. 

Dirinya pun terombang-ambing di udara selama sekitar empat atau lima detik saat terjadi tabrakan. Sejumlah penumpang mengaku masih terkejut dengan kejadian tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal, seorang penumpang bahkan menangis tersedu-sedu ketika menceritakan seorang perempuan yang sekarat dalam pelukannya.

"Dia kedinginan sekali dan sendirian," katanya. 

Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi kecelakaan, sementara sebuah helikopter digunakan untuk mengevakuasi korban dengan luka paling serius. Garda Sipil Spanyol mengatakan, pihaknya membutuhkan sampel DNA dari keluarga korban untuk mengidentifikasi sejumlah jenazah.

"Seluruh Spanyol berduka," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez saat mengunjungi lokasi kecelakaan.

"Kehidupan telah hancur, keluarga telah tercerai-berai, rasa sakitnya sangat besar," imbuhnya.

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan, kegagalan komputer yang diikuti kesalahan manusia menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Peristiwa ini menjadi sebagai salah satu kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah modern Eropa sekaligus yang paling mematikan di Spanyol dalam 13 tahun terakhir.

Kecelakaan itu terjadi sesaat setelah pukul 09.00 waktu setempat (08.00 GMT), sekitar 140 kilometer (87 mil) di selatan Madrid, tepatnya di antara wilayah Mora dan Orgaz. Kereta yang berhenti di jalur tersebut dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta Iryo dan mengangkut 147 penumpang. 

Óscar Puente menjelaskan, ketika terjadi kegagalan sistem, pusat kendali 24 jam di Madrid akan mengambil alih. Namun, pusat kendali disebut telah membuat keputusan dengan memerintahkan kereta untuk kembali bergerak tanpa batasan kecepatan.

Sementara pihak Iryo menyampaikan, keretanya ditabrak dari belakang oleh kereta lain yang dioperasikan perusahaan kereta api milik negara Spanyol, Renfe. Kereta tersebut membawa 397 penumpang.

Peristiwa kecelakaan kereta di Spanyol bukan kali pertama, sebelumnya juga diguncang kecelakaan kereta berkecepatan tinggi di dekat Córdoba pada Januari, yang menewaskan 46 orang. Kecelakaan tersebut terjadi di jalur kereta api yang sama, tetapi berada jauh lebih ke selatan.

Topik Menarik