Kronologi Pendaki Remaja Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Terpeleset saat Selfie

Kronologi Pendaki Remaja Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Terpeleset saat Selfie

Nasional | inews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:36
share

TEGAL, iNews.id – Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi pendaki remaja berusia 16 tahun yang terjatuh ke kawah Gunung Slamet saat selfie di bibir kawah, Selasa (18/8/2026) pagi. 

Korban diketahui bernama M Fahri Maulana, warga Sirampong, Kabupaten Brebes. Dia mendaki Gunung Slamet melalui jalur Sawangan, Bumijawa, Kabupaten Tegal dan dilaporkan terpeleset saat berada di area bibir kawah gunung dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. 

Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung dilaporkan ke Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang dari rekan basecamp Bosapala Sawangan. 

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, satu tim sudah dkkerahkan untuk bergabung dengan tim SAR setelah menerima laporan pendaki jatuh ke kawah Gunung Slamet.

“Kami menerima info dari rekan basecamp Bosapala Sawangan bahwa telah terjadi satu pendaki yang jatuh di kawah gunung Slamet. Dan saat ini kami telah mengirimkan satu tim bergabung dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi,” ujar Budiono dikutip dari iNews Semarang, Selasa (18/8/2026).

Hingga saat ini, kondisi korban belum dapat dipastikan sebab tim SAR masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Namun, berdasarkan laporan dari pendaki yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, tubuh korban tidak menunjukkan pergerakan.

“Kondisi survivor (korban) secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan,” katanya.

Dalam proses pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan membawa sejumlah perlengkapan khusus untuk menghadapi medan ekstrem di kawasan kawah Gunung Slamet.

Tim dibekali peralatan evakuasi di ketinggian karena lokasi jatuhnya korban diperkirakan berada sekitar 30 hingga 50 meter dari bibir kawah.

Selain perlengkapan evakuasi vertikal, tim juga membawa breathing apparatus atau tabung oksigen untuk mengantisipasi keberadaan gas beracun di kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Saat ini tim SAR gabungan masih menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran operasi penyelamatan.

Topik Menarik