Pemuda di Pasuruan Tewas Dianiaya Oknum Polisi gegara Dituduh Judol Dikenal Baik

Pemuda di Pasuruan Tewas Dianiaya Oknum Polisi gegara Dituduh Judol Dikenal Baik

Nasional | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:53
share

PASURUAN, iNews.id – Tangis histeris keluarga dan kerabat tak terbendung saat mobil ambulans yang membawa jenazah Widi Nurcahyo tiba di rumah duka di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). 

Pemuda yang dikenal baik dan sopan tersebut tewas diduga akibat dianiaya oknum polisi lantaran salah tangkap hanya karena dituduh bermain judi online (judol). 

Isak tangis kian pecah saat pihak keluarga membuka kain penutup jenazah. Di balik kain jarik tersebut, terlihat luka memar membiru di bagian dada serta pendarahan pada telinga korban usai ditangkap dua oknum anggota Polsek Beji. 

Kepergian pemuda yang masih lajang ini menyisakan duka mendalam dan rasa tidak percaya bagi warga sekitar. Di mata keluarga dan teman-temannya, Widi merupakan sosok pemuda baik-baik yang tidak pernah bermasalah, apalagi berurusan dengan hukum. 

Sebelum insiden tragis itu terjadi, Widi sedang bekerja jujur mencari nafkah di sebuah gerai jasa layanan pembayaran PLN dan PDAM yang tak jauh dari kediamannya. Saat duduk menghadap layar komputer menunggu pelanggan, ia mendadak ditangkap atas dugaan bermain judi online (judol). 

Meski tidak terbukti, korban dianiaya secara sadis oleh oknum polisi agar mau mengakui tuduhan tersebut hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir. 

"Di mata kami, Widi itu orangnya sangat baik, pendiam, dan tidak pernah berurusan dengan hukum. Kami sangat terpukul dan meminta kasus ini diusut tuntas secara transparan. Tindakan oknum polisi itu jelas menyalahi SOP dan salah tangkap," kata teman korban, Zubaidi, Selasa (4/8/2026). 

Usai disalatkan di rumah duka, jenazah Widi diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Gununggangsir. Puluhan warga serta kerabat mengiringi langkah jenazah hingga ke liang lahat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemuda malang tersebut.

Merespons kejadian yang menyita perhatian publik ini, Polres Pasuruan memastikan telah menerjunkan tim khusus untuk mengusut tuntas kasus kematian korban.

"Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini secara transparan. Dua anggota Polsek Beji yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polres Pasuruan," ujar Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno.

Pihak keluarga dan warga berharap penanganan hukum serta tindakan tegas seperti Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) benar-benar dijatuhkan kepada para oknum yang bertanggung jawab atas meninggalnya Widi.

Topik Menarik